Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan BKPSDM tengah melakukan pemetaan guru untuk menyesuaikan penugasan kerja berdasarkan zonasi domisili.
Program unggulan bernama Si Zona ini dicanangkan oleh Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid. Bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan guru dalam bekerja.
Saat ini, Dinas Pendidikan menjadi pengampu utama dalam melakukan pemetaan guru, baik ASN maupun P3K.
Proses ini bertujuan untuk menyesuaikan lokasi penugasan para guru dengan domisili mereka, sehingga dapat mengurangi beban perjalanan dan meningkatkan efektivitas kerja.
“Hasil pemetaan ini nantinya akan diformulasikan sesuai zonasi domisili,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati kepada BeritaJatim.com, Selasa (18/3/2025).
Namun, kata Haeriyah, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhitungkan. “Karena belum tentu semua lembaga di satu kecamatan bisa dipenuhi oleh guru yang berdomisili di wilayah tersebut,” ucapnya.
Saat ini, pemetaan sedang berlangsung dengan total guru yang didata mencapai 4.425 orang, terdiri dari 3.678 guru di jenjang SD dan 747 guru di jenjang SMP.
Jumlah sekolah yang terlibat dalam pemetaan ini mencapai hampir 500 lembaga untuk SD dan 48 lembaga untuk SMP.
Pemetaan ini ditargetkan selesai pada bulan April 2025 mendatang. Setelah pemetaan selesai, data tersebut akan disampaikan ke BKPSDM untuk dikaji lebih lanjut.
“Kami tentu akan mencari radius yang lebih pendek untuk penugasan, agar para guru dapat lebih fokus pada pekerjaan mereka tanpa terkendala jarak yang jauh,” terangnya.
Meskipun ada kemungkinan perubahan formasi guru di beberapa sekolah, pihak Dinas Pendidikan memastikan bahwa pemetaan ini tetap mempertimbangkan kebutuhan setiap sekolah, khususnya terkait guru mata pelajaran seperti IPA, PAI, dan Matematika.
“Dengan kebijakan ini, diharapkan para guru dapat lebih nyaman dalam menjalankan tugasnya dan memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di Bondowoso,” harap Haeriyah. (awi/ted)







16 Komentar
Betul sekali. Sesuai domisili sehingga bisa ngatur waktu antara tugas dirumah dan tugas disekolah..
Tapi juga perlu diperhatikan jumlah kebutuhan guru disekolah tsb. Jgn dgn dirombak atau dipindah tempatkan malah ada guru yg kekurangan jam di tempat yg baru padahal ditempat lama jamnya cukup,sehingga akan berdampak pada Sertifikasinya
Betul ..Jangan sampai menjadi masalah baru berupa pemenuhan jam mengajar .
moga mutasi ini murni bertujuan untuk efektifitas seorang guru . asal mutasi jangan seperti yang lalu lalu .
Jangan cuma gurunya aja yang dapat fasilitas yang mumpuni, penjaga sekolahnya satpamnya, itu juga harus dapat karena dalam lingkup sekolah, klo memang pemerintahannya ADIL.
Jangan cuma gurunya aja yang dapat fasilitas yang mumpuni, penjaga sekolahnya satpamnya, itu juga harus dapat karena dalam lingkup sekolah, klo memang pemerintahannya ADIL.
Terima kasih atas pertimbangan tersebut
Pertimbangkan matang2 utk mutasi guru ini. Jgn hanya didasrkan pd kepentingan. Bkn menguntungkan justru nti akan berdampak merugikan guru ,krn mrk sdh pas di tempat lama tp nti ditempat baru akn kekurangan jam mengajar yg berdampak pd sertifikasinya. Krn di thn2 sblmx kmi lht mutasi yrjd haxa berdasarkan kedekatan/kekeluargaan dg atasan. Yg paling fatal kebanyakan terjadi krn amplop. Mohon dicermati.
24 jam, tidak hanya di lakukan di dalam kelas, kegiatan di luar kelas. Dan tugas lain diluar ngajar juga bisa akumulasi se hingga menjadi 24 jam. Silahkan simak paparan Mentri pendidikan
Semoga program ini berjalan lancar, sangat diharapkan bagi guru yang tempat tugasnya jauh.
Jangan lupa untuk guru yang bukan ASN dan P3K juga diurus pak bupati, karna anak2 generasi Bondowoso tidak hanya dididik guru ASN dan P3K saja.
Apalagi seorang wanita bertugas ditempat yang jauh dengan Medan yang sulit dijangkau, sangat butuh sekali untuk di tempatkan di tempat yang paling tidak bisa dijangkau dengan naek sepeda motor sendiri,kerana selama ini ketergantungan sama suami( mun tak eyater tak depak kasakolaan )
….ðŸ˜
Alhamdulillah… Semoga juga ter-cover untuk pindah tempat tugas ke yg lebih dekat lagi dikarenakan jarak yg sangat jauh dengan tempat kerja 45 km tiap hari … Sungguh sangat luar biasa
Saya domisili Curahdami tapi penempatan Pancur-Botolinggo
Semoga segera relokasi 🙂
Semoga ini real bukan hoax , Aamiin Allahumma aamiin….
Ubur ubur ikan Lele
Orang Tamanan ngajar diBotolinggo Nyur Nyur Lheee..
Pakpolo lemak kilo Lheeee…
Semoga program benar dijalankan