Gresik (beritajatim.com)– Momen Bulan Ramadan 1446H banyak dimanfaatkan untuk berbagi sebagai makna bulan berkah untuk semua umat. Hal ini sangat dirasakan Rizki Langit Ramadan (14) yang duduk dibangku SMP kelas 8. Remaja asal Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan Gresik Kota itu, menjadi piatu sejak dirinya dalam kandungan.
Rizki nama sapaan sehari-hari termasuk dari 1.000 anak yang mendapat santunan dari perusahaan BUMN Pupuk Indonesia bersama anak usahanya Petrokimia Gresik.
Meski sekarang tinggal bersama ibunya yang berprofesi sebagai penenun kain. Remaja tanggung ini tetap bersemangat ingin meraih cita-citanya sebagai anggota TNI.
“Ibu saya bercerita saat masih di kandungan ayah sudah tiada,” ujar Rizki, Minggu (16/3/2025).
Adanya santunan ini, Rizki berharap bisa meringankan kebutuhan sehari-hari utamanya kebutuhan keperluan sekolah.
“Mudah-mudahan bisa membantu. Pemberian santunan tersebut saya tabung untuk masuk SMK,” ungkapnya.
Cerita yang dialami Rizki berbeda halnya dengan Rina Yulia Ramadani (8) siswi kelas 3 sekolah dasar asal Kelurahan Tlogopatut, Kecamatan Gresik. Dengan mengenakan busana muslim. Bocah imut ini juga bercerita menjadi piatu saat duduk dibangku TK.
“Ayah sudah tiada, sekarang tinggal sama ibu sambil berjualan kue sampai sekarang,” ungkapnya.
Ini kedua kalinya Rina nama panggilannya menerima santunan. Dirinya bersama ibunya merupakan potret bagaimana keceriaan mereka mendapat santunan serta berkah di Bulan Ramadan.
Tahun ini, total ada Rp 1,24 miliar yang disalurkan. Rinciannya, Rp 280 juta untuk 1.000 anak yatim piatu. Bantuan 1.500 kepada guru TPQ senilai Rp 220 juta. Kemudian 68 Imam Rawatib mushola dan masjid Rp 400 juta. Masing-masing mendapat Rp 500 ribu perorang. Pemberdayaan 100 rombong berkah senilai Rp 320 juta, dan waqaf Alqur’an 26 mushola sejumlah 260 buah sebesar Rp 27 juta.
“Keberadaan perusahaan tidak hanya mencari keuntungan semata. Di moment Bulan Ramadan ini kami turut berbagi bersama. Mulai dari Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur hingga di Kalimantan Timur. Melibatkan 1.000 anak yatim piatu sangat luar biasa dan terbanyak selama safari ramadan,” ungkap Dirut Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, Senin (17/3/2025).
Hal yang sama dikatakan Dwi Satryo Annurogo selaku nahkoda Petrokimia Gresik. Menurutnya, ini bukan bantuan namun berbagi berkah dengan masyarakat sekitar perusahaan termasuk anak yatim piatu.
“Bulan Ramadan moment berbagi bersama dengan warga ring satu perusahaan. Esensinya kami mohon doanya supaya bisa menjalankan program pemerintah melalui ketahanan pangan,” tandasnya. [dny/aje]






