Blitar (beritajatim.com) – Kasus gagal ginjal di Kabupaten Blitar terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat selama 2 bulan terakhir sudah ada 124 penderita gagal ginjal baru di Kabupaten Blitar.
Tentu hal itu cukup mengkhawatirkan, pasalnya mayoritas penderita adalah berusia dewasa produktif. Penyebabnya ada berbagai macam mulai dari obat-obatan, hingga konsumsi mie dan minuman instan secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.
“Konsumsi mie instan, minuman instan yang terus menerus yang mungkin konsumsi itu tidak hanya satu gitu ya mungkin 2 atau 3 selama sehari dan itu dilakukan berulang-ulang sekian bulan sekian tahun itu menyebabkan kerja ginjal berlebihan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, Sabtu (15/3/2025).
Kasus gagal ginjal di Bumi Penataran (julukan Kabupaten Blitar) sendiri terus meningkat setiap tahun. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar terlihat bahwa selama 1 tahun terakhir ada peningkatan 172 kasus gagal ginjal.
Rinciannya pada tahun 2023 lalu angka gagal ginjal mencapai 469 orang. Jumlah itu kemudian meningkat pada tahun 2024 yakni mencapai 517 orang. Lebih mirisnya selama 2 bulan awal tahun 2025 ini sudah ada 124 penderita gagal ginjal.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar pun mengingatkan kepada masyarakat untuk menjalani hidup sehat. Serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman instan yang dapat memperberat dan merusak fungsi ginjal.
“Manfaatkan juga layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang ada di puskesmas untuk melakukan screening,” tegasnya.
Warga pun juga diminta untuk lebih peka dengan kondisi kesehatannya. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar meminta agar masyarakat melakukan screening kesehatan sebagai deteksi dini penyakit yang lebih kronis.
“Intinya hidup sehat sih, makan sehat rajin olahraga serta istirahat yang cukup,” tandasnya. [owi/beq]






