Bojonegoro (beritajatim.com) – Unit Siaga Pos SAR Bojonegoro Kantor Basarnas Surabaya turut melakukan evaluasi korban ledakan kapal tongkang Tug Boat Roselyne 08 dan kapal tanker MT Ronggolawe yang terjadi pada Kamis pagi (13/3/2025) sekitar pukul 06.17 WIB.
“Sore kemarin kami evakuasi satu korban,” ujar Kepala Unit Siaga Pos SAR Bojonegoro Kantor Basarnas Surabaya, Novix Heryadi, Jumat (14/3/2025).
Menurut Novix, dalam operasi pencarian korban ledakan kapal yang diduga terjadi saat kapal sedang mengisi BBM ke tongkang itu ada empat korban hilang. Dari jumlah itu tiga orang sudah ditemukan. “Total ada 4 korban,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolres Lamongan, AKBP Bobby Adimas Condroputra, mengungkap kronologi meledaknya kapal di perairan utara Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, terjadi pada Kamis (13/3/2025).
insiden berawal dari kapal motor tanker (MT) Ronggolawe yang bersiap bersandar di pelabuhan PT Lamongan Integrated Shorebase (LIS), sekitar pukul 6 pagi. Tiba-tiba mesin kapal MT Ronggolawe meledak sebanyak kurang lebih 4 kali dan mengakibatkan kebakaran.
“Dugaan sementara penyebab terjadinya ledakan karena konsleting di kapal Ronggolawe itu,” ujar Kapolres Lamongan.
Lebih lanjut Bobby menyampaikan, anak buah kapal (ABK) di Tug Boat Roselyne 08 sebanyak 10 oran, 9 di antaranya selamat dan 1 orang belum ditemukan. Sedangkan untuk ABK kapal MT Ronggolawe, sebanyak 11 ABK, 2 meninggal dunia dan 1 belum ditemukan.
“Ada juga 3 korban yang mengalami luka bakar, 2 di antaranya menjalani perawatan dan observasi di RS dr. Suyudi Paciran, dan 1 harus dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya, akibat mengalami luka bakar serius,” pungkasnya. [lus/ian]






