Jombang (beritajatim.com) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang terus berupaya menekan angka pengangguran dengan memperluas pasar kerja ke luar negeri melalui program pelatihan keterampilan kerja bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Program ini sejalan dengan delapan Asta Cita, visi pembangunan Bupati Jombang Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid.
Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan kerja. Lembaga tersebut meliputi LPK Daima Akademi Nusantara Jombang, Leading Tourism Education (LTE) CRUISE yang bergerak di bidang perhotelan dan kapal pesiar, serta LPK Bulan Berkah Senyum.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat Jombang untuk mendapatkan pelatihan keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional. Dengan demikian, mereka memiliki peluang kerja yang lebih luas dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Isawan Nanang, Jumat (14/3/2025).
Negara tujuan penempatan pekerja migran bervariasi, tergantung sektor dan lembaga yang menaungi. Untuk kapal pesiar, penempatan di wilayah Asia, Eropa, dan Amerika. Sedangkan melalui LPK Daima Akademi Nusantara, tenaga kerja akan dikirim ke Jepang, sementara LPK Bulan Berkah Senyum di bawah naungan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) Mardel Mitra Sejahtera akan menyalurkan tenaga kerja ke Hongkong.
Jadwal dan Lokasi Pelatihan

Disnaker Jombang membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini. Berikut jadwalnya:
Pelatihan keterampilan kerja ke Jepang: Pendaftaran 11-23 Maret 2025, seleksi administrasi 24-26 Maret 2025, pengumuman 17 April 2025. Pelatihan berlangsung April-September 2025 di kantor LPK Daima Akademi Nusantara Jombang selama enam bulan.
Pelatihan bidang perhotelan dan kapal pesiar: Dilaksanakan April-Juli 2025 di LPK LTE-C Pare, Kediri, selama tiga bulan.
Pelatihan keterampilan untuk housekeeper: Dilaksanakan April-Juni 2025 di asrama LPK BBS, Ngoro, selama dua bulan.
“Pelatihan ini diberikan secara gratis, karena dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Ini terobosan kami untuk mengurangi angka pengangguran di Jombang,” kata Isawan.
Syarat Pendaftaran
Berikut syarat yang harus dipenuhi oleh calon peserta:
Pelatihan kerja ke Jepang: Usia maksimal 33 tahun, ber-KTP Jombang, sehat jasmani dan rohani, minimal lulusan SMA/SMK/MA/Paket C, siap bekerja di luar negeri, surat keterangan tidak mampu dari kepala desa (bagi warga miskin), serta prioritas bagi keluarga pekerja pabrik rokok di Kecamatan Kudu, Kabuh, Ploso, Plandaan, dan Ngusikan.
Pelatihan perhotelan dan kapal pesiar: Usia 19-33 tahun, ber-KTP Jombang, sehat jasmani dan rohani, tinggi badan laki-laki minimal 160 cm, perempuan 150 cm, siap bekerja di luar negeri, surat keterangan tidak mampu dari kepala desa (bagi warga miskin).
Pelatihan housekeeper: Khusus perempuan, ber-KTP Kabupaten Jombang, sehat jasmani dan rohani, usia 20-35 tahun, minimal lulusan SD, siap bekerja di luar negeri, surat keterangan tidak mampu dari kepala desa (bagi warga miskin).
“Pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui bit.ly/PELATIHAN_NAKER25. Untuk kepal pesiar dan perhotelan diambil 16 orang, kerja ke Jepang sebanyak 10 orang, serta ke Hongkong sebanyak 5 orang. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek yang dibutuhkan oleh calon pekerja migran,” pungkas Isawan. [suf]







1 Komentar
saya mohon pak
tolong istri jangan di berangkat kan karna g dapat izin dari saya
atas Novi Jayanti Surabaya 19/nov/1992
saya suami nya