Sumenep (beritajatim.com) – Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur dan SKK migas mendatangi lokasi sumur bor yang mengeluarkan semburan air setinggi 15 meter dan berbau gas di Dusun Paojajar, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura.
“Tim dari Surabaya ini melakukan tes kandungan gas di tempat semburan,” kata Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, Rabu (12/03/2025).
Berdasarkan hasil tes di lokasi, air semburan sumur tersebut mengandung gas metan yang tidak beracun. Namun karena kandungan gas di atas limit, maka ada potensi terbakar apabila terkena sumber api.
“Berdasarkan uji kandungan gas yang dilakukan tadi, karena kandungan gas metan di air sumur itu terlalu tinggi, maka air tidak dapat digunakan sebagai sumber air bersih,” ujar Dadang.
Saat ini semburan air sudah berhenti dan lokasi semburan ditutup. Dinas ESDM Jawa Timur dan SKK Migas telah mengambil sampel air sumur sebagai bahan melakukan tes ulang untuk penelitian lebih lanjut.
Sebelumnya, warga Dusun Paojajar, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, dihebohkan dengan sumur bor di wilayah tersebut yang tiba-tiba mengeluarkan semburan air setinggi 15-20 meter disertai bau gas, namun tidak ada nyala api.
Pengeboran sumur di lahan milik almarhum Sabura itu sebenarnya telah dimulai sejak Juni 2024, menggunakan alat bor milik perangkat desa setempat. Sumur dengan kedalaman 56 meter itu dibuat dengan tujuan pengairan sawah, dengan menggunakan 15 casing paralon berukuran 4 dim. (tem/kun)






