Banyuwangi (beritajatim.com) – Pantai Boom Marina Banyuwangi semakin dikenal komunitas kapal yacht internasional. Dalam waktu dekat, dermaga Boom Marina akan dilengkapi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), memungkinkan kapal yacht dari berbagai negara bersandar langsung ke Banyuwangi tanpa harus mengurus perizinan di Bali.
Setiap hari, kapal yacht dari berbagai negara tampak bersandar di Boom Marina. Pada 2024 lalu, Banyuwangi bahkan menjadi salah satu tuan rumah ekspedisi Sail 2 Indonesia Rally 2024.
“Selama ini kapal yacht yang sandar di Boom Marina masih harus mengurus izin melalui TPI Tanjung Benoa, Bali. Dengan dibukanya TPI di Boom Marina, pemilik yacht bisa langsung mengurus di Banyuwangi. Kami berterima kasih kepada Kantor Imigrasi yang terus berupaya memberi layanan keimigrasian terbaik di Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Ipuk telah bertemu dengan Plt Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Banyuwangi, Eko Juniarto, yang menyampaikan bahwa pendirian TPI di Boom Marina saat ini sedang dalam proses. “Dengan adanya TPI ini, wisatawan bisa langsung datang ke Banyuwangi tanpa harus ke Benoa, sehingga waktu tinggal mereka di Banyuwangi bisa lebih lama,” tambahnya.
Eko Juniarto menegaskan bahwa pihaknya telah bersurat ke Direktorat Jenderal Imigrasi untuk menjadikan Boom Marina sebagai pelabuhan khusus bagi kapal yacht yang dilengkapi TPI. “Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dan semoga SK-nya turun dalam waktu dekat,” kata Eko.
Selain rencana pembangunan TPI, Kantor Imigrasi Banyuwangi juga menyiapkan sejumlah program layanan pada 2025, seperti layanan jemput bola untuk pengurusan paspor bagi orang sakit. “Jika ada pasien yang sedang dirawat dan memerlukan paspor untuk pengobatan ke luar negeri, kami bisa memfasilitasi pengambilan foto dan wawancara di lokasi pasien, baik di rumah atau rumah sakit,” jelas Eko.
Selain itu, layanan paspor juga akan dibuka pada hari Sabtu bagi masyarakat yang tidak sempat mengurus pada hari kerja. Kantor Imigrasi Banyuwangi juga berencana membuka pusat informasi bagi warga asing serta layanan konsultasi keimigrasian di berbagai event internasional di Banyuwangi.
“Kami juga akan mengembangkan desa binaan untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan tindak pidana perdagangan orang,” tutup Eko. [alr/beq]






