Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ekosistem media di Indonesia. Bekerja sama dengan Forum Pemimpin Redaksi (FP), BSI menyalurkan bantuan sosial senilai Rp200 juta untuk membantu insan media yang membutuhkan.
Bantuan ini diserahkan dalam acara Silaturahmi Ramadan FP Charity X BSI, sebagai bentuk apresiasi BSI terhadap peran penting media dalam mendukung perkembangan perusahaan. Ini merupakan tahun kedua BSI memberikan bantuan kepada FP Charity, setelah sebelumnya menyerahkan Rp100 juta pada tahun 2024.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program sosial rutin perusahaan. BSI berkomitmen untuk menjadi Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi insan media yang juga berkontribusi terhadap perkembangan BSI sejak merger hingga saat ini berusia 4 tahun telah masuk sebagai bank nomor 5 di Indonesia. Sudah sepantasnya kami juga mendukung program charity Forum Pemred ini untuk mendukung ekosistem media,” kata Hery Gunardi.
Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, menyampaikan terima kasih atas dukungan BSI. Bantuan ini akan disalurkan kepada insan media yang membutuhkan, termasuk bantuan pendidikan untuk anak-anak jurnalis yang wafat, sakit, atau mengalami kesulitan ekonomi.
“Kami juga memberikan bantuan untuk beberapa jurnalis dan bahkan untuk staf redaksi. Bantuan ini baru bersifat bantuan yang meringankan. Harapan kami ke depan bisa memberikan beasiswa kepada anak-anak dari keluarga besar media yang membutuhkan,” ujar Retno Pinasti.
Hery Gunardi juga menyampaikan rasa syukur atas kinerja gemilang BSI. Per Desember 2024, BSI telah masuk dalam jajaran 10 bank syariah global dengan kapitalisasi pasar terbesar, dan mencatatkan pertumbuhan laba tertinggi di antara bank-bank di Indonesia.
“Kami pertama kali menyentuh aset di atas Rp400 triliun (akhir 2024) dengan laba yang solid tumbuh double digit. Kedepannya, BSI akan terus melanjutkan pertumbuhan yang sehat dan sustain sehingga dapat menjaga pertumbuhan kinerja di atas industri,” ungkap Hery Gunardi.
BSI juga berhasil menjaga kualitas aset dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing) di bawah 2%, dan cost of credit (COC) di bawah 1%. Fee based income ratio BSI mencapai hampir 18%, berkat inovasi dan transformasi digital yang terus dilakukan.
“One of the best di market. Jadi satu sisi profitability-nya bagus, di sisi lain kualitas pembiayaannya juga baik. Dan kami saat ini sudah masuk Top 10 bank syariah global dari segi kapitalisasi pasar. Tadinya tidak ada bendera Indonesia sebagai jawara-jawara di perbankan syariah global berdasarkan market cap. Memang kita belum bisa menandingi bank dari Saudi, tapi ke depan bukan tidak mungkin 5-10 tahun lagi BSI bisa juga bertengger di 3 besar,” tutup Hery Gunardi.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengapresiasi kolaborasi BSI dan Forum Pemred. Ia menekankan peran penting media sebagai pembawa pesan, seperti yang disebutkan dalam Al-Quran.[rea]






