Gresik (beritajatim.com) – Pascabanjir akibat meluapnya Kali Lamong, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik turun tangan membersihkan ruang kelas UPT SDN 67 di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme.
Banjir yang sempat merendam sekolah hingga ketinggian 30 cm ini meninggalkan lumpur tebal di tiga ruang kelas serta halaman sekolah. Pihak sekolah semula mencoba membersihkan sendiri menggunakan alat seadanya, tetapi karena volume lumpur yang cukup banyak, akhirnya meminta bantuan Damkarla Gresik.
“Kami kewalahan membersihkan sendiri dengan alat seadanya, sehingga meminta bantuan Pos Damkarla Menganti,” ujar Latifah, salah satu guru UPT SDN 67, Kamis (6/3/2025).
Menanggapi permintaan tersebut, petugas piket Damkarla Pos Menganti, Irwan, menerjunkan empat personel beserta satu unit mobil semprot dan mobil suplai air untuk membersihkan lumpur.
“Selama satu jam, kami bersama para guru membersihkan ruang kelas dan halaman sekolah. Sekarang kondisi sekolah sudah lebih bersih dan siap digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar,” jelas Irwan.
Ia berharap setelah proses pembersihan ini, siswa UPT SDN 67 bisa kembali belajar dengan nyaman tanpa terganggu sisa lumpur banjir. [dny/but]






