Surabaya (beritajatim.com) – Puasa Ramadan, ibadah penuh berkah dan bermanfaat bagi kesehatan. Namun, terkadang bau mulut bisa mengganggu. Karena itu, Guru Besar Patologi Mulut dan Maksilofasial Unair, Prof. Theresia Indah Budhy, berbagi tips menjaga kesegaran mulut selama berpuasa.
Berkurangnya air liur saat puasa adalah biang keladi. Prof. Theresia mengatakan bahwa air liur sejatinya dapat menjaga keseimbangan pH mulut, mengontrol mikroorganisme, dan metabolisme.
Kurangnya air liur mengganggu keseimbangan ini, dan menyebabkan mikroorganisme memproduksi zat penyebab bau mulut. Kemudian, sisa makanan, terutama yang manis dan lengket, juga memperparah masalah.
“Dalam air liur, terdapat banyak sekali protein yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan pH rongga mulut, mikroorganisme dalam rongga mulut, dan metabolisme tubuh,” katanya, Selasa (4/3/2025).
Prof. Theresia menyebut, sikat gigi setelah sahur adalah kunci. Di samping itu, hindari makanan manis dan lengket. Pilihlah makanan berserat tinggi dan kaya air untuk menjaga kelembapan mulut. Perawatan gigi rutin juga penting.
“Jika memiliki gigi berlubang atau alergi makanan tertentu, segera atasi dan hindari pemicunya selama puasa,” tuturnya.
Makanan tinggi gula, asin, berlemak jenuh (seperti gorengan), minuman bersoda dan beralkohol sebaiknya dihindari. Makanan ini mengganggu mikrobiome dan metabolisme tubuh selama puasa.
Pertahankan pola makan dan aktivitas seperti biasa. Jalan kaki dan konsumsi probiotik/prebiotik juga disarankan untuk menjaga metabolisme tubuh tetap stabil.
Dengan mengikuti tips sederhana ini, Anda dapat menjaga kesegaran mulut dan kenyamanan beribadah selama Ramadan. Konsultasi dengan dokter gigi juga dianjurkan untuk perawatan dan pencegahan masalah gigi dan mulut. [kun]






