Jember (beritajatim.com) – Sejumlah orang bertanya-tanya soal ketidakhadiran Wakil Bupati Djoko Susanto dalam acara di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menemani Bupati Muhammad Fawait, Senin (3/3/2025).
Acara tersebut sebenarnya dirancang sebagai acara resmi pertama Bupati Fawait dan Wakil Bupati Djoko menginjakkan kaki di Pendapa Wahyawibawagraha pertama kali, setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto, Kamis (20/2/2025).
Empat tahun silam, duet Bupati Hendy Siswanto melakukan hal yang sama dengan didampingi Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman. Bahkan saat itu keduanya bergantian memberikan sambutan.
Sebagaimana yang dilakukan Hendy-Firjaun dulu, dalam acara tersebut duet yang memenangi pemilihan kepala daerah Jember itu diagendakan untuk pertama kalinya menyapa sejumlah pemangku kepentungan yang hadir. Beberapa di antaranya adalah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, tokoh masyarakat, pimpinan partai politik, ulama, anggota parlemen, dan pengusaha.
Acara diselenggarakan pada 3 Maret 2025 yang merupakan hari pertama Bupati Fawait masuk kerja setelah selama sepekan menjalani retreat di Magelang. Selama sepekan itu, Djoko sudah menjalankan fungsi pemerintahan dengan mengikuti sejumlah kegiatan resmi dan menemui birokrasi dan pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi.
Dimintai konfirmasi via WhatsApp, Djoko menyatakan, tak bisa menghadiri acara di pendapa karena ada agenda lain lebih penting dan mendesak. “Selain itu saya tidak paham dan tidak diajak membahas acara tersebut. Setahu saya acara tersebut belum masuk DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) tahun ini,” katanya kepada Beritajatim.com, Selasa (4/3/2025).
Belakangan diketahui bahwa pada saat Fawait berbuka puasa bersama di pendapa, Djoko menjamu Ketua Umum Perkumpulan Petani Pangan Nasional Jumantoro bersama beberapa orang lain di rumah dinasnya di Jalan Gajah Mada.
Menunya sederhana. “Ada ikan asin, tempe, sayur daun kelor, pepes ikan, es degan, buah pepaya,” kata Jumantoro.
Di sela-sela buka puasa bersama, Djoko dan Jumantoro memperbincangkan masalah pertanian Jember ke depan. “Beliau sangat concern dengan sektor pertanian. Beliau mengatakan ke depan petani harus untung, jangan dirugikan,” kata Jumantoro.
Djoko menginginkan informasi pasar dan komodtas bisa diakses petani. “Kami bicara soal bagaimana peran dinas terkait yang berurusan dengan sektor pertanian dan perdagangan, mengawal petani Jember ke depan sehingga petani betul-betul berdaya,” kata Jumantoro.
Djoko diagendakan menghadiri acara panen raya jagung di lahan kebun Silosanen Afdeling Darungan, Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Rabu (5/3/2025). “Itu lahan PT Perkebunan Nusantara yang digarap swakelola bersama petani sekitar,” kata Jumantoro. [wir]







10 Komentar
Situasi Negara lagi gelap. Diperlukan kebersamaan fari seluruh elemen bangsa, lebih2 dari para pemimpinnya.
Semoga ke depan Bupati dan Wakil Bupati semakin kompak, serasi dan seirama. Rakyat membutuhkan itu.
Aku ngiri kowe kanan…. Wes bedo dalan…..
wah….kayaknya akan ada wabup yg tak sejalan dgn bupati kedepan
Kan sdh ditegaskan Presiden untuk meniadakan acara yg bersifat seremonial…kok bupati gak nurut presiden ya???pak wabup bilang acara itu tdk ada di anggaran pemkab, trus penyelenggaraan acara pakai uang apa ya?
Awal mula sudah tak sejalan, bisa jadi hingga hari nanti juga tetap begitu. Masing2 punya ego yang dipaksakan untuk bersatu. Ibarat rel KA, secara konstitusional mereka berdua adalah pasangan yang sah. Tapi secara naluri memerintah, keduanya tak bisa disatukan.
Belum2 kok tidak sejalan.jember butuh kedamaian
Tuhan mengetahui setiap niat dalam tulisan. Jika niat baik, akan kembali jadi kebaikan. Jika buruk, akan kembali jadi keburukan
Baru seumur tenung sudah saling sikit. Itu bukti pemimpin yg saling rakus. Saling sok gawat. Padahal jember banyak sekali problema yg harus diselesaikan
Wong ko ngene kok dibanding bandinke..
Wong ko ngene kok dibanding bandingke..