Bojonegoro (beritajatim.com) – Di tengah tren kafe modern, Kedai Nostalgia di Desa Tlumbung, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro menawarkan konsep unik, dengan memanfaatkan barang bekas sebagai properti. Kafe ini berhasil menarik perhatian, khususnya anak muda, dengan kreativitasnya dalam mendaur ulang limbah menjadi elemen desain yang menarik.
Berbagai material bekas digunakan, mulai dari ban mobil yang disulap menjadi kursi nyaman berkat anyaman tali tambang, hingga palet kayu yang disusun menjadi meja-meja bergaya retro.
Tak hanya itu saja, krat minuman bekas pun turut memperkaya dekorasi kafe ini, sehingga menciptakan suasana yang tak biasa dan mengundang rasa penasaran.
Pemilik Kedai Nostalgia, Nailis Saadah, menjelaskan ide ini berawal dari banyaknya barang bekas di rumahnya. “Ban mobil bekas misalnya, sulit dibuang dan membakarnya juga bukan solusi,” ujarnya, Minggu (2/3/2025).
Selain memanfaatkan barang bekas, kafe ini juga berlokasi di bangunan tua, sehingga menambah kesan unik dan nostalgia. Konsep ‘kafe tumbuh’ diusung Nailis, yang berarti desain dan menu Kedai Nostalgia akan terus berkembang seiring waktu.
Suasana pedesaan yang teduh dipadu dengan bangunan tua menciptakan tempat yang nyaman untuk bekerja, mengerjakan tugas, atau sekadar bersantai. “Kami ingin pengunjung merasakan suasana ‘pulang’,” tambah Nailis, menggambarkan suasana hangat yang ingin diciptakan.
Kedai Nostalgia buka setiap hari pukul 09.00 WIB hingga 02.00 WIB, menyajikan menu sederhana namun lezat. Meskipun Nailis enggan merinci menu andalannya, ia menjamin pengunjung akan ingin memesan lagi.
Alumnus Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya ini berharap Kedai Nostalgia tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga inspirasi bagi pemanfaatan barang bekas. [ipl/but]






