Kediri (beritajatim.com) – Stadion Brawijaya, Kota Kediri, tengah melakukan perbaikan pada sistem penerangannya. Tercatat ada 7 bohlam lampu yang padam dari total 96 bohlam yang ada di stadion tersebut. Perbaikan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri untuk menyelenggarakan pertandingan pada malam hari.
Tri Widodo, Panpel Persik Kediri, menjelaskan bahwa perbaikan ini dilakukan untuk memastikan stadion siap digunakan saat pertandingan yang akan berlangsung pada malam hari. Seperti diketahui, pada pekan ke-25 mendatang, Persik Kediri akan bermain pada pukul 20.30 WIB menghadapi Dewa United. Pertandingan tersebut dijadwalkan pada Sabtu, 1 Maret 2025.
“Setelah dilakukan pengecekan terdapat 7 bohlam lampu yang mati. Sejumlah lampu yang padam ini akan kita perbaiki selama 2 hari ke depan,” kata Tri Widodo.
Selain itu, Panpel Persik Kediri juga mempersiapkan sumber energi cadangan berupa mesin genset untuk mengantisipasi gangguan pada pasokan listrik saat pertandingan berlangsung.
“Jadi untuk sumber energi listrik nanti kita selain menggunakan PLN, kita juga menggunakan mesin genset. Langkah ini dilakukan untuk antisipasi terjadinya lampu padam seperti pada saat pertandingan Persik Kediri menghadapi Persis Solo beberapa waktu lalu,” ungkapnya.
Tri Widodo juga berharap suporter Persik Kediri, khususnya Persikmania, untuk hadir dan mendukung tim kesayangan mereka pada sisa pertandingan Liga 1 musim ini. Kehadiran suporter diharapkan dapat memberi motivasi tambahan bagi pemain.
“Kehadiran suporter sangat berarti bagi Persik Kediri, khususnya dalam memberikan motivasi terhadap para pemain yang saat ini perlu adanya faktor tersebut,” ucapnya.
Dengan perbaikan lampu penerangan yang sedang dilakukan dan persiapan cadangan listrik, Stadion Brawijaya siap menyambut laga penting antara Persik Kediri dan Dewa United pada 1 Maret 2025 besok. [nm/ted]






