Tulungagung (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Pendengaran Sedunia yang jatuh pada 3 Maret, sejumlah dokter dan perawat spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) di Kabupaten Tulungagung menggelar pemeriksaan telinga gratis bagi siswa. Kegiatan ini berlangsung di SDIT Nurul Fikri dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan pendengaran sejak dini.
Ketua Komda Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian, Moch Mundir Arif, mengungkapkan bahwa selama ini kebersihan telinga sering diabaikan oleh masyarakat. Akibatnya, gangguan pendengaran pada siswa bisa berdampak negatif terhadap prestasi akademik mereka. “Selama ini kebersihan telinga banyak diabaikan, dampaknya pada siswa dapat berpengaruh terhadap prestasi akademik,” ujarnya, Selasa (25/02/2025).
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperiksa satu per satu untuk mengevaluasi kondisi kebersihan telinga mereka. Jika ditemukan kotoran yang menghambat pendengaran, petugas langsung membersihkannya. Setelah itu, siswa menjalani tes pendengaran menggunakan alat khusus. “Mayoritas kondisi pendengaran cukup baik namun kotor,” tutur Mundir.
Lebih lanjut, Mundir menjelaskan bahwa terdapat lima penyebab utama gangguan pendengaran, yaitu gangguan sejak lahir, penumpukan kotoran, paparan suara bising di lingkungan kerja, serta faktor usia. Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan telinga. “Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa dapat mengerti pentingnya menjaga kebersihan telinga,” pungkasnya. [nm/kun]






