London (beritajatim.com) – Kemenangan telak 5-1 atas Manchester City pada 2 Februari lalu seharusnya menjadi titik balik bagi Arsenal untuk tampil konsisten di sisa musim ini. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
The Gunners gagal mempertahankan performa impresif mereka dan kini kembali mengalami ketidakstabilan. Dari tiga laga terakhir di Premier League, mereka harus menelan dua kekalahan yang berpotensi mengancam peluang mereka dalam perburuan gelar juara.
Kekalahan terbaru terjadi saat Arsenal takluk 0-1 dari West Ham United dalam laga matchweek ke-26 dini hari tadi di Emirates Stadium, London. Kekalahan di kandang sendiri ini membuat pelatih Mikel Arteta tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
“Aku sangat marah dan kecewa. Ini (performa melawan West Ham, Red) bukan kualitas tim untuk memenangi Premier League,” ujar Arteta kepada Sky Sports.
Kemarahan Arteta beralasan. Arsenal sejatinya memiliki peluang emas untuk memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen Liverpool FC, yang malam ini akan meladeni Manchester City. Saat ini, Arsenal berada di posisi kedua dengan 53 poin, tertinggal 8 poin dari Liverpool yang mengoleksi 61 poin.
Jika The Reds berhasil mengalahkan City, selisih poin bisa melebar menjadi 11, yang tentunya semakin menyulitkan peluang Arsenal untuk bersaing memperebutkan trofi Premier League musim ini.
Meskipun masih tersisa 12 matchweek lagi, situasi ini tetap menjadi alarm bagi Arsenal. Potensi kehilangan poin lebih banyak terbuka lebar, terutama karena dua laga berikutnya akan dimainkan di kandang lawan.
Arsenal akan menghadapi Nottingham Forest pada 27 Februari dan bertemu Manchester United di Old Trafford pada 9 Maret. Selain itu, The Gunners juga masih harus berhadapan dengan Chelsea dalam laga Derby London pada 16 Maret, serta melawan Liverpool pada matchweek ke-36 pada 10 Mei, yang bisa menjadi laga penentuan gelar juara.
Arsenal harus segera menemukan kembali konsistensi permainan mereka jika ingin tetap berada dalam perburuan gelar. Jika tidak, peluang untuk mengakhiri puasa gelar Premier League sejak 2004 bisa kembali menguap begitu saja. [dio/suf]






