Gresik (beritajatim.com)- Dunia seniman Gresik kehilangan seorang maestro macapat Mbah Maut Kauli yang tutup usia. Seniman yang lahir 1 Mei 1931 itu, banyak meninggalkan tembang karya macapat sebelum menutup mata di usia 94 tahun.
Kabar meninggalnya Mbah Mat Kauli sudah didengar di lingkungan kalangan seniman, dan budayawan Gresik. Salah satunya Ketua Lesbumi NU Gresik, Lukmanul Hakim. Dirinya menyatakan turut berduka atas wafatnya sang maestro macapat Gresikan.
“Innalillahi wa inna ilahi rajiun, beliau Mbah Mat Kauli berjasa dalam mendedikasikan hidupnya pada seni macapat Gagrak Gresik sehingga lestari sampai sekarang,” ujarnya, Jumat (21/2/2025).
Kepergian Mbah Mat Kauli lanjut dia, berharap kedepan tradisi ‘Macapat Gresikan’ masih ada yang nguri-nguri kabudayan, khususnya macapat Gresikan.
“Di tengah era modern dan digitalisasi. Almarhum masih istiqomah mempertahankan tradisi macapat yang tidak terkikis oleh budaya modern,” ungkapnya.
Lukmanul Hakim menceritakan ada kesedihan yang mendalam bagi segenap warga budaya. Kepulangan beliau sebagai tanda bahwa salah satu cara Allah SWT mengambil ilmunya.
“Kami kenang selalu pengabdian almarhum, semoga khusnul khotimah, damai nan sejahtera,” urainya.
Sementara itu, Pegiat Tradisi di Kelurahan Lumpur, Fatah Yasin mengatakan, Mbah Mat Kauli adalah orang yang istiqomah, sabar, tekun, telaten dalam membina tembang macapat gaya Gresikan.
“Sejak saya mengenal orang Lumpur khususnya Mbah Nur Hasyim, pasti ada macapat dalam rangka Haul Mbah Sindujoyo. Dia telaten dalam membina generasi muda dalam pembacaan macapat,” tandasnya. [dny/ian]






