Gresik (beritajatim.com) – Gresik United menghadapi ancaman serius terdegradasi ke Liga Nusantara usai bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Persibo Bojonegoro dalam laga terakhir babak play-off grup J di Stadion H. Letjen Soedirman, Jumat (21/2/2025).
Hasil ini membuat nasib tim asal Gresik bergantung pada pertandingan antara Persewar Waropen dan Persibo Bojonegoro.
Saat ini, Gresik United mengoleksi 11 poin dari 8 pertandingan terakhir. Sementara itu, Persibo Bojonegoro mengumpulkan 10 poin dari 7 pertandingan yang telah mereka lakoni. Dengan hasil ini, Gresik United belum bisa memastikan diri bertahan di Liga 2 musim depan.
Skuad asuhan Djajang Nurjaman sebenarnya mengusung ambisi meraih tiga poin penuh untuk mengamankan posisi mereka di Liga 2. Namun, hasil imbang membuat peluang mereka semakin kecil, dan harapan bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia kini ditentukan oleh laga lain.
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh para pendukung Gresik United. Pasalnya, materi pemain yang mereka miliki musim ini lebih baik dibandingkan dengan musim sebelumnya. Namun, hasil di lapangan tidak mencerminkan ekspektasi tersebut.
Meskipun hanya bermain imbang, permainan Gresik United dinilai lebih baik dibandingkan laga-laga sebelumnya. Mereka sebenarnya berhasil mencetak gol melalui aksi striker asal Brasil, Jose Wilkson. Sayangnya, wasit menganulir gol tersebut dengan alasan umpan dari gelandang serang Renan Silva telah keluar lebih dulu sebelum sampai ke Wilkson.
Menanggapi hasil ini, pelatih kepala Gresik United, Djajang Nurjaman, mengungkapkan kekecewaannya. “Hasil seri ini tidak kami inginkan sebab sebelumnya menargetkan tiga poin supaya tetap bertahan di Liga 2,” ujarnya.
Pelatih yang pernah menangani Persebaya Surabaya ini juga menyoroti keputusan wasit yang menurutnya merugikan timnya. “Peluang kami masih ada meski tipis. Lagi-lagi soal wasit yang memimpin pertandingan. Gol Jose Wilkson seharusnya sah karena umpan dari Renan Silva bolanya belum keluar. Jadi capek mengomentari wasit saat bertanding di Bojonegoro,” tambahnya.
Djajang Nurjaman tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. “Pemain sudah berjuang bermain all out meski bermain di luar kandang. Saya apresiasi terhadap pemain yang diturunkan,” pungkasnya.
Dengan hasil ini, Gresik United harus menunggu hasil pertandingan lainnya untuk menentukan nasib mereka. Jika hasil pertandingan tidak berpihak kepada mereka, maka tim berjuluk Laskar Joko Samudro harus rela turun kasta ke Liga Nusantara. [dny/suf]






