Surabaya (beritajatim.com) – Konflik antara dua musisi terkenal Indonesia, Agnez Mo dan Ahmad Dhani, kembali menjadi sorotan publik. Perdebatan sengit di media sosial dipicu oleh isu royalti lagu, yang berkembang menjadi aksi saling sindir antara keduanya.
Perseteruan ini bermula ketika Agnez Mo menyanyikan lagu Bilang Saja karya Ari Bias tanpa izin pada Juni 2024 lalu. Akibatnya, Agnez Mo dilaporkan oleh Ari Bias atas dugaan pelanggaran hak cipta dan diwajibkan membayar denda royalti sebesar Rp1,5 miliar.
Situasi semakin memanas ketika Ahmad Dhani ikut memberikan komentar. Musisi yang juga ayah dari empat anak ini menegaskan bahwa setiap musisi seharusnya memahami aturan terkait izin royalti.
Ahmad Dhani menyindir Agnez Mo dengan membandingkannya dengan Ari Lasso, yang menurutnya lebih paham dan taat dalam membayar royalti.
Agnez Mo akhirnya memberikan klarifikasi dalam podcast bersama Deddy Corbuzier, menegaskan bahwa ia telah berkarier di dunia musik sejak usia 6 tahun dan memahami betul bagaimana industri musik bekerja.
Menanggapi pernyataan Agnez Mo, Ahmad Dhani kemudian menyinggung kapan Undang-Undang Hak Cipta mulai diberlakukan.
“kok belum bisa membedakan antara MECHANICAL RIGHTS dan PERFORMING RIGHTS, Sayang sekali kok berani speak up. Sekali lagi, UU HAK CIPTA dibuat 2014 neng,” tulis Ahmad Dhani dari akun resmi pribadinya @ahmaddhaniofficial.
Agnez Mo tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa kebenaran akan terungkap dan menyindir pihak-pihak yang serakah dalam memanfaatkan hak cipta lagu untuk kepentingan pribadi.
“Berdiri teguh untuk memihak kebenaran yang sesungguhnya memang tidak pernah mudah. Tidak peduli seberapa tepat da adilnya pendirian kita, akan selalu ada orang-orang yang memilih untuk menyalahpahami dan melintir kata-kata bahkan menyerang karakter kita, semua karena keserakahan dan kepentingan mereka pribadi,” tulis Agnez Mo di unggahan story Instagram pribadinya beberapa hari lalu.
Konflik ini terus menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan para penggemar masing-masing musisi turut memberikan komentar mereka terhadap peristiwa ini. [beq]






