Surabaya (beritajatim.com) – Musik dengan nuansa tahun 80-an selalu memiliki daya tarik tersendiri. Aransemen yang khas dengan dominasi synth, melodi yang melankolis, dan lirik yang penuh emosi membuat lagu-lagu dengan gaya ini terasa nostalgik.
Tak heran, banyak musisi masa kini yang terinspirasi dan menghadirkan kembali atmosfer era 80-an dalam karya mereka.
Beberapa lagu baru dari musisi Indonesia berikut ini berhasil membawa nuansa retro yang syahdu.
Dengan melodi yang lembut, lirik yang dalam, dan aransemen yang khas, enam lagu ini cocok untuk menemani momen melankolis Anda.
1. Bicara Waktu – Jeda Kelana (2022)
Lagu ini mengisahkan tentang kerinduan akan masa lalu yang indah, dengan harapan waktu dapat mengembalikan semuanya seperti sedia kala.
Liriknya yang menyentuh, “Waktu bisa kah kembali indah seperti dulu jauh dari rasa bersedih, waktu bisa kah berikan jawaban sebenarnya arti dari semua ini,” menggambarkan seseorang yang tengah mencari makna dari perjalanan hidupnya.
Nuansa musik dalam lagu ini terasa lembut dengan sentuhan synth klasik yang mengingatkan pada lagu-lagu pop era 80-an.
2. Niscaya – Bilal Indrajaya (2023)
Bilal Indrajaya dengan lagunya “Niscaya” menjadi salah satu yang paling ikonik. Lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang tidak sanggup meninggalkan orang yang dicintainya.
Dengan lirik emosional, “Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu, selalu selagi merindu.” Dengan alunan musik yang dreamy dan vokal yang khas, lagu ini seolah membangkitkan perasaan nostalgia yang mendalam.
3. Terakhir Kali – Wijaya 80 (2024)
Seperti namanya, Wijaya 80 membawa nuansa klasik dalam setiap lagunya. “Terakhir Kali” bercerita tentang seseorang yang patah hati dan merasa bahwa luka itu tak akan sembuh dalam waktu singkat.
Liriknya yang paling menyentuh berbunyi, “Tak ada patah hati yang sembuh di satu dua hari. Ku menjaga dirimu hanya untuk dimiliki yang lain, sungguh tak ada cinta seperti ini.”
Dengan aransemennya yang bernuansa 80-an, lagu ini terdengar begitu sendu dan liriknya terasa menyayat hati.
4. Bunga Maaf – The Lantis (2024)
Lagu ini mengisahkan penyesalan mendalam dari seseorang yang kehilangan orang tercinta akibat kesalahan dirinya sendiri.
Liriknya yang kuat, “Andai angin mengulang sebuah masa yang t’lah usang, kan ku telan isi bumi hanya untukmu,” menggambarkan harapan yang tak bisa terwujud.
Dibalut dengan musik yang dramatis, lagu ini semakin memperkuat nuansa sedih yang khas musik tahun 80-an.
5. Teruntuk Mia – Nuh (2024)
Lagu ini menggambarkan kisah romantis seseorang yang sedang jatuh cinta. Momen kecil seperti berteduh saat hujan terasa begitu bermakna dalam lirik, “Di antara senyumanmu dan hujan di hari itu, aku tak tahu mana yang lebih indah.”
Nuansa dreamy pop dalam lagu ini membuatnya terasa manis dan menghangatkan hati, cocok untuk didengar saat sedang mengenang momen-momen indah bersama seseorang.
6. Semu – Aman (2024)
Lagu ini menghadirkan kisah cinta yang berakhir dengan kekecewaan. Dengan lirik emosional, “Ternyata bagimu cintaku hanya berlalu diterpa angin malam kelabu kau bawa diriku ke angkasa dan kau hempaskan,” lagu ini menggambarkan perasaan patah hati yang mendalam.
Aransemen musiknya mengingatkan pada balada pop era 80-an, dengan melodi sendu.
Keenam lagu ini membuktikan bahwa nuansa musik tahun 80-an masih memiliki tempat di hati pendengar masa kini. Dengan lirik yang puitis, melodi yang menghanyutkan, dan aransemen yang menghidupkan kembali atmosfer retro, lagu-lagu ini layak masuk dalam playlist nostalgia Anda. (fyi/ted)






