Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Provinsi Jawa Timur (DK3P Jatim) bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar Seminar, Workshop, dan Awarding dalam rangka Bulan K3 Nasional 2025.
Acara yang bertemakan “Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) untuk Meningkatkan Produktivitas” ini menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kesadaran dan implementasi K3 di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua DK3P Jatim, Edi Priyanto, menekankan pentingnya K3 tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai investasi strategis bagi perusahaan. “K3 yang baik akan meningkatkan produktivitas, mengurangi kecelakaan kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan aman,” ujarnya.
Senada dengan Edi, Ir. Subkhan, ST., M. PSDA., IPU., Asean Eng, Sekretaris Jenderal APJASI, juga menegaskan bahwa penerapan SMK3 yang efektif dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan.
“Dengan SMK3 yang baik, perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, investor, dan masyarakat,” imbuhnya.
Salah satu fokus utama dalam seminar ini adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menerapkan SMK3. ITS sebagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia telah mengambil peran penting dalam hal ini dengan membuka Program Studi Sarjana Rekayasa Keselamatan Proses (RKP).
“Lulusan RKP ITS diharapkan dapat menjadi garda depan dalam mewujudkan budaya keselamatan kerja di industri,” ujar Dr. Adithya Sudiarno, Founder dan Kaprodi RKP ITS.
Kolaborasi antara akademisi dan industri menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran dan implementasi K3. Dalam acara ini, para peserta diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan dan peluang dalam penerapan SMK3 di industri.
Selain seminar dan workshop, acara ini juga dimeriahkan dengan pameran riset inovasi K3 dari dosen dan tenaga kependidikan ITS. Beberapa inovasi yang dipamerkan antara lain:
Sistem monitoring kesehatan pekerja: Sistem ini dapat memantau kondisi kesehatan pekerja secara real-time dan memberikan peringatan dini jika terjadi masalah kesehatan.
Alat pelindung diri yang inovatif: Alat pelindung diri yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan industri yang berbeda-beda.
Simulasi kecelakaan kerja: Simulasi ini digunakan untuk melatih pekerja dalam menghadapi situasi darurat.[rea]






