Lamongan (beritajatim.com) – Pelatih Persela Lamongan, Zulkifli Syukur, menegaskan ada tiga hal penting di luar aspek teknis yang harus dimiliki pemain untuk memenangi laga krusial melawan Persijap Jepara pada Selasa pekan depan.
Pertandingan di Stadion Tuban Sport Center ini akan menjadi penentu nasib Persela dalam perburuan tiket ke Liga 1. Kemenangan adalah harga mati, tetapi hasil pertandingan lain juga menentukan. PSKC Cimahi tidak boleh menang atas Bhayangkara FC agar Persela bisa finis sebagai peringkat kedua Grup Y dan melaju ke play-off melawan runner-up Grup X.
Menyadari pentingnya laga ini, Zulkifli Syukur menekankan bahwa bukan hanya faktor teknis dan taktik yang menentukan hasil pertandingan, tetapi juga aspek non-teknis yang tak kalah krusial.
“Kalau bicara persiapan, bagaimana laga-laga sebelumnya, kita selalu evaluasi di setiap pertandingan, di setiap latihan,” kata Zulkifli, Sabtu (15/2/2025).
Pelatih berusia 40 tahun itu pun meminta tiga hal penting dari para pemainnya. Pertama, pemain harus memiliki dedikasi tinggi untuk Persela. Kedua, mereka harus bertanggung jawab terhadap tim dan memiliki rasa kepemilikan terhadap klub.
“Dan yang ketiga adalah harga diri. Besok saya tidak banyak bicara mengenai taktikal, ini besok hanya mengenai harga diri. Kalau memang seluruh pemain jiwa memilikinya ada terhadap Persela, saya pikir harga diri itu harus dikedepankan,” ucapnya.
Tingginya tekanan pada laga kontra Persijap bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, tuntutan untuk menang bisa menjadi motivasi bagi para pemain. Namun, di sisi lain, hal ini juga dapat menjadi beban mental yang berat.
Meski begitu, Zulkifli tetap optimistis. Dengan skuad yang dihuni pemain berpengalaman, ia yakin situasi ini justru akan menjadi dorongan positif bagi timnya.
“Saya pikir dengan skuad yang ada sekarang, kita punya pemain-pemain yang punya pengalaman dan bahkan mungkin sudah beberapa kali mereka mengalami situasi seperti ini. Jadi saya pikir ini bukanlah sebuah tekanan, tapi ini adalah sebuah kewajiban, keharusan, dan sebuah motivasi,” tuturnya. [fak/beq]






