Pacitan – (Beritajatim.com) – Kekhawatiran peternak dan pedagang sapi terhadap wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Pacitan masih tinggi. Meski pemerintah kabupaten (Pemkab) Pacitan telah membuka kembali Pasar Hewan Pon Semanten, namun tak satupun sapi yang terjual maupun terbeli di pasar tersebut, pasca ditutup selama 28 hari tersebut.
Pantauan Beritajatim.com di lokasi, kondisi pasar masih sepi. Tidak ada sapi yang dibawa masuk, baik oleh peternak maupun pedagang. Sebaliknya, lapak pedagang kambing cukup ramai dengan transaksi jual beli yang tetap berlangsung.
“Kalau kambing masih banyak yang dijual. Waktu pasar tutup pun, mereka tetap berjualan, baik di dalam maupun di luar pasar,” ujar Erna, seorang pedagang makanan di sekitar pasar, Senin (10/02/2025).
Sementara itu, Tukiyat, seorang peternak dari Karangnongko, Kecamatan Kebonagung Pacitan, mengaku datang ke pasar untuk memantau harga sapi. Namun, Ia pun tidak menemukan satu ekor sapi pun yang terjual atau terbeli di pasar.
“Tadi niatnya mau pantau harga, kalau bagus mau jual, tapi ternyata gak ada sapi sama sekali,” ungkapnya.
Di sisi lain, petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pacitan tetap bersiaga di pasar. Dokter hewan bersama paramedis kesehatan hewan akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap hewan yang masuk. Hal itu dilakukan sebelum diperjualbelikan guna memastikan kesehatan ternak dan mencegah penyebaran PMK. [end/aje]






