Blitar (beritajatim.com) – Program makan bergizi gratis ternyata tidak memberikan manfaat bagi para peternak ayam petelur di Blitar.
Pasalnya meski program makan bergizi gratis sudah bergulir ternyata hingga saat ini telur asal Blitar belum juga terserap.
Kondisi itu pun membuat para peternak ayam petelur di Blitar sambat atau mengeluh. Menurut peternak ayam Blitar kondisi itu tentu cukup ironi, pasalnya selama ini mereka ada pemasok telur terbesar secara nasional.
Namun nyatanya hingga saat ini telur Blitar justru tidak terserap program makan bergizi gratis.
“Sampai saat ini belum ada pesanan yang masuk ke koperasi telur ini. Padahal kita merupakan pemasok 35 persen kebutuhan telur di Indonesia,” kata Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Kabupaten Blitar, Sukarman, Rabu (05/02/2025).
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar per bulan September 2024, jumlah populasi ayam petelur mencapai 16.647.723 ekor. Sementara produksi telur ayam di Kabupaten Blitar pun mencapai 141.027,4 ton per tahun.
Dengan kondisi tersebut, membuat Kabupaten Blitar menduduki posisi pertama penyumbang telur untuk Jawa Timur. Kabupaten Blitar masih jauh unggul dengan wilayah sekitar yakni Kediri dan Malang.
Para peternak pun kini berharap kepada pelaksana program makan gratis untuk membeli telur langsung ke mereka bukan ke pedagang. Pasalnya jika membeli telur ke pedagang, para peternak tidak mendapatkan untung.
“Ya kalau pesannya ke pedagang yang dapat untung pasti pedagang. Beli ke peternak dengan harga biasa dijual dengan harga tinggi. Ya itu yang harus diperhatikan pemerintah,” tandasnya.
Para peternak ayam petelur Blitar berharap Badan Gizi Nasional sebagai penyelenggara program MBG dapat berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk penyediaan telur. Sehingga telur di Blitar bisa terserap dan harga bisa stabil.
“Kalau beli lewat koperasi peternak, maka keuntungan yang didapat dari penjualan tersebut akan kembali kepada peternak sebagai SHU,” jelasnya.
Menanggapi keluhan dari koperasi peternak, Menteri Perdagangan, Budi Santoso berjanji akan melakukan koordinasi lebih lanjut. Melalui kementerian perdagangan, akan mengupayakan pemesanan pemenuhan kebutuhan telur untuk MBG dipesan melalui koperasi.
“Ya kita inginnya, semua bisa merasakan manfaat dari makan bergizi gratis ini. Ya termasuk juga untuk peternak ayam telur ini,” ungkap Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat mengunjungi koperasi ternak unggas di Ponggok Kabupaten Blitar.
Selama ini para peternak di Blitar raya selalu mengeluhkan fluktuasi harga telur. Hal itu terjadi karena tidak adanya kestabilan permintaan telur di pasaran.
Diharapkan dengan ada program makan bergizi ini, harga telur di tingkat pedagang bisa stabil. Tidak seperti saat ini, dimana harga telur masih relatif rendah dan terus terjadi fluktuasi. (owi/ted)






