Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Pembina Relawan Gibran BerKopyah (GBK), Ubaidillah Amin (Gus Ubaid) mengatakan, bahwa peristiwa Isra Miraj adalah momen bersejarah dalam perjalanan Agama Islam yang selalu diperingati di setiap tahunnya.
“Isra Miraj juga merupakan titik awal diwajibkannya shalat lima waktu bagi umat Islam. pada peristiwa ini, Rasulullah menghadap serta mendapat mandat langsung dari Allah subhanahu wa ta’ala di sidratul muntaha tentang kewajiban shalat lima waktu,” kata Gus Ubaid, Selasa (28/1/2025).
Hal yang patut menjadi perhatian, menurut dia, adalah saat kabar itu disampaikan Rasulullah kepada masyarakat di Makkah. Hampir semua orang membantah dan tidak percaya atas kejadian ini, karena dianggap mustahil, bahkan sebagian orang sampai menyebut bahwa Nabi Muhammad sudah menjadi gila. Tapi tidak dengan sahabat nabi, Abu Bakar.
“Beliau saat mendengar kabar tentang Isra Miraj dari nabi, langsung mempercayai kabar tersebut bahkan beliau mengatakan pada nabi: ‘meskipun yang engkau sampaikan lebih mustahil dari hal ini (Isra Miraj), tentu aku tetap akan membenarkanmu’. Pembenaran dari sahabat Abu Bakar ini sekaligus menjadi pemicu beberapa sahabat yang awalnya ragu, hingga akhirnya ikut percaya terhadap peristiwa Isra Miraj yang dilakukan oleh nabi,” jelasnya.
Dari sikap Abu Bakar ini, Gus Ubiad menjelaskan, bahwa ummat Islam mendapat pelajaran yang sangat berharga bahwa seorang pemimpin akan menjadi lebih kuat dan dipercaya masyarakat, saat memiliki bawahan yang selalu percaya dan siap membela terhadap apapun kebijakan yang diputuskannya.
“Sikap semacam ini pula yang seharusnya dipegang oleh setiap bawahan terhadap atasannya, agar otoritas yang dimiliki semakin kuat sehingga terbentuk sistem yang baik. Sikap ksatria seorang Abu Bakar ini sekaligus menjadi sebuah cerminan bagi siapapun, khususnya bagi kepala pemerintahan, bahwa mana kala terdapat anggotanya yang diragukan loyalitasnya kepada pemimpin, sebaiknya segera diganti dengan orang lain yang loyalitasnya tidak diragukan serta memiliki kapasitas serta kredibilitas yang baik,” paparnya.
Dengan begitu terbentuk pemerintahan yang berdaulat serta kepercayaan publik terhadap pemerintah menjadi semakin tinggi. Tentunya tidak semua kebijakan yang diambil dapat menyenangkan dan masuk logika semua orang yang dipimpinnya. Wallahu a’lam,” pungkasnya. [tok/aje]







1 Komentar
Ada beberapa poin penting yang bisa diambil salah satunya tentang kepemimpinan yg perlu ditiru dari Rosulullah
Yg kedua loyalitas dan komitmen kita kepada pemimpin sangat penting