Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Mojokerto (Pemkab) Mojokerto menutup tujuh pasar hewan akibat meningkatnya persebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Tujuh pasar hewan di Kabupaten Mojokerto ini ditutup selama 14 hari ke depan.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, Tutik Suryaningdyah menjelaskan, penutupan pasar hewan di Kabupaten Mojokerto selama 14 hari, yakni mulai tanggal 15 sampai 28 Januari 2025 mendatang.
“Ada 7 pasar hewan ditutup sementara, pasar hewan di Pandanarum, Ngrame, Sumbertebu, Pohjejer, Mojodadi, Berat Kulon, dan Karangdiyeng. Penutupan sementara sesuai Surat Edaran dari Menteri Pertanian dalam rangka mencegah dan mengendalikan penyebaran PMK,” ungkapnya, Jumat (17/1/2025).
Masih kata Tutik, mengingat pasar hewan merupakan salah satu tempat potensial penularan penyakit tersebut. Menurutnya, pasar hewan merupakan tempat berkumpulnya pedagang dan ternak berasal dari berbagai daerah sehingga menjadi salah satu sumber penularan PMK.
“Penutupan sementara ini untuk memutus mata rantai penularan PMK. Selama penutupan, kami akan melakukan penyemprotan disinfektan dibantu BPBD Kabupaten Mojokerto, dan melakukan kegiatan vaksinasi PMK. Jumlah vaksin Aphthovet yang kami dimiliki saat ini ada 3.500 dosis,” katanya.
Pihaknya sudah melakukan vaksinasi jenis Aphthovetdi Dusun Ngrayung, Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu dengan sasaran 15 peternak dengan rincian 28 ekor sapi dan 16 ekor kambing. Sementara pemakaian vaksin sebanyak 44 dosis.
Perlu diketahui, jumlah sapi terpapar PMK di Kabupaten Mojokerto per tanggal 16 Januari 2025 mencapai 357 ekor, dengan rincian sebanyak 18 ekor sapi mati. Sebanyak 14 ekor dipotong paksa, 302 ekor sembuh dan 17 ekor masih sakit. [tin/but]






