Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 90 komisaris dari 27 Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD SI) berkumpul dalam Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris BPD SI di Malang, Kamis (16/1/2024).
Mengusung tema “Sinkronisasi Perundangan dan Peningkatan Peran Bank Pembangunan Daerah”, forum ini menghadirkan pembicara Fathan Subchi, anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Sofia Isabella Lattumena, Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat. Para pembicara melakukan kajian mendalam tentang penguatan peran BPD dalam membangkitkan ekonomi daerah.
Acara dipandu oleh Prof. M. Mas’ud Said, Komisaris Independen Bank Jatim sekaligus Wakil Ketua Forum Komunikasi Dewan Komisaris BPD SI. Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, turut hadir memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Jatim menekankan pentingnya digitalisasi dalam layanan perbankan daerah. “Digital Banking termasuk security-nya adalah program kemudahan akses bank, dalam program aplikasi bank dalam genggaman. Bank dituntut untuk melaksanakan Good Corporate Governance dan jajaran komisaris didorong kuat fungsi pengawasannya,” ujar Adhy Karyono.
Sophia Isabella Lattumena juga menggarisbawahi pentingnya peran BPD dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. “Komisaris harus mampu mengawasi secara proporsional dan profesional, maka perlu asah pengetahuan dan seminar seperti ini,” jelasnya.
Sophia mengungkapkan bahwa total aset dari 27 BPD di Indonesia mencapai Rp900 triliun, namun belum sepenuhnya optimal. “Dari segi jumlah aset dari sebanyak 27 BPD di Indonesia kepemilikan modal perbankan daerah pun tidak kecil, aset bisa terlumpul sebesar 900 Triliun, namun belum semua efektif. Masih butuh optimalisasi agar produktif,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sophia menekankan pentingnya aksesibilitas layanan BPD untuk UMKM, ASN, dan masyarakat umum. “Bank Daerah harus lebih ramah dan mudah diakses oleh kredit UMKM dan perusahaan termasuk ASN untuk kepentingan pinjaman lunak berbagai keperluan produktif. Disamping itu, pelaku UMKM, ASN dan masyarakat kaum muda harus melek literasi bank dan bisa memanfaatkan kemudahan digital akses kredit bank,” ujarnya. [beq]






