Mojokerto (beritajatim.com) – Kepergian ibu dan anak korban ledakan di rumah Aipda Maryudi di Perum Lawangasri, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto pada, Senin (13/1/2025) menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban.
Pihak keluarga tak menyangka jika dalam peristiwa tersebut harus kehilangan dua anggota keluarganya yakni Luluk Sudarwati (40) dan MAK (3). Saat kejadian, Sekretaris DPC PAN Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto sedang berada di kamar bersama anak keduanya, MAK (3).
“Di rumah pak polisi (Aipda Maryudi) itu ada ledakan. Tetangga pada keluar, saya nggak tahu kalau anak dan cucu saya ada di dalam rumah tertimpa tembok yang roboh itu. Anaknya yang kecil sakit itu, lagi tidur di kamar,” ungkap ibu korban, Jumaiyah, Rabu (15/1/2025).
Ia menduga ledakan dari rumah anggota Bhabinkantimnas Polsek Dlanggu, Polres Mojokerto tersebut buka dari tabung gas LPG. Karena setelah terdengar bunyi ledakan cukup keras hingga menghancurkan sejumlah rumah termasuk rumah anaknya, tercium bau belerang.
“Saya keluar asapnya tebal tapi tidak ada kebakaran. Nggak ada (pemilik rumah), istrinya dinas, pak polisinya nggak ada, anaknya sekolah. Siapa yang mau, saya juga nggak mau anak-cucu saya mati. Iya (minta pertanggungjawaban), ke sawah (suami korban). Ada empat orang, suaminya ke sawah, anak nomor satu sekolah SMA,” katanya.
“Saya lagi di sawah, saya dikasih tahu ibu kalau rumah mas Yudi (pemilik rumah) meledak, saya cari anak istri saya. Saya lagi di sawah, tidak tahu apa-apa, tidak ada firasat apa-apa. Saya serahkan ke pihak kepolisian. Sepupu dari istri saya (pemilik rumah), kakak dari bapak mertua saya,” jelas suami korban, Qodi.
Seperti diberikan sebelumnya, ledakan terjadi di sebuah rumah yang terletak di Perum Lawangasri, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/1/2025). Tak hanya menyebabkan sejumlah rumah porak poranda, ledakan juga menyebabkan dua korban jiwa. [tin/aje]






