Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lama Kertosono di Nganjuk kini menjadi sorotan publik setelah dialihfungsikan menjadi tempat karaoke. Hal ini menuai sindiran pedas dari konten kreator lokal, Prasadrip, yang dikenal dengan konten unik bertema Nganjuk.
Dalam video yang diunggah di akun media sosialnya, Pras memberikan komentar satir terkait perubahan fungsi RSUD tersebut.
“Hanya ada di Nganjuk, RSUD Lama Kertosono beralih fungsi jadi tempat karaoke. Nganjuk loh ini, kok bisa?” ungkap Pras, Sabtu (4/1/2025).
Tak berhenti di situ, Pras menyampaikan kritikannya dengan nada humor yang menggelitik. Ia menyebut tempat karaoke itu memiliki konsep layaknya rumah sakit.

“Masa’ bayar penyanyinya pakai BPJS? Minum CIU-nya melalui infus, UGD jadi Unit Gawat Dangdut, LC-nya disawer Paracetamol. Argh, gak ngerti,” ujar Pras dengan ekspresi jenaka.
Sindiran ini sontak mengundang perhatian masyarakat, terutama warga Nganjuk. Dalam video berdurasi singkat tersebut, Pras juga memberikan pesan khusus untuk para istri di Nganjuk agar lebih waspada terhadap aktivitas suaminya.
“Pesanku untuk bunda-bunda di Nganjuk, kalau suami Anda mengeluh gak enak badan, badan panas dingin, kemudian ingin berobat di RSUD Lama Kertosono, jangan boleh. Benar gak enak badannya hilang, tapi giliran Anda yang gak enak badan. Uangnya buat nyawer LC itu,” pungkasnya dengan tawa.
Transformasi RSUD Lama Kertosono menjadi tempat karaoke ini memunculkan berbagai reaksi, mulai dari kritikan hingga lelucon di kalangan masyarakat. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola maupun pemerintah setempat terkait kontroversi ini.
Akun Gosip di Instagram pun turut menyoroti hal tersebut. Bahkan, dalam sebuah unggahan video, ditunjukkan bahwa eks RSUD tersebut tak hanya digunakan sebagai tempat karaoke, melainkan juga penginapan.
“Pasti ada yg ngebackingin lah. Mana ada rakyat jelata berani alih fungsi gedung buat gituan,” komen (et)para***. [fyi/aje]





