Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya untuk menekan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali merebah di Bumi Reog, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Selain melakukan penutupan sementara pasar hewan, juga mendatangkan ratusan dosis vaksin secara mandiri, dengan menggunakan anggaran daerah (APBD).
Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, Siti Barokah menjelaskan bahwa vaksin dari pemerintah pusat belum tersedia. Sehingga pihaknya akhirnya membeli dengan dana daerah. Jumlahnya pun terbatas, karena tidak menduga wabah PMK ini akan muncul kembali.
“Kami mendatangkan 500 dosis vaksin secara mandiri menggunakan dana APBD Ponorogo,” kata Siti Barokah, Kamis (09/01/2025).
Dengan stok vaksin yang terbatas, pemberian vaksin difokuskan ke zona hijau atau wilayah yang belum terdampak wabah. Hingga tanggal 8 Januari 2025, vaksin telah disuntikkan ke 150 ekor sapi dan 180 ekor kambing. Siti berharap puskeswan (pusat kesehatan hewan) aktif mengajukan permintaan vaksin, sehingga distribusi tidak hanya bergantung pada permintaan peternak.
“Vaksinasi kami fokuskan ke zona hijau. Saya berharap teman-teman Keswan mengajukan permintaan vaksin,” katanya.
Hingga awal bulan Januari 2025, Dispertahankan Ponorogo mencatat ada 346 ekor sapi telah terjangkit virus PMK. Kasus ini tersebar di 16 kecamatan, dan beberapa sapi bahkan harus dipotong paksa untuk mencegah penularan lebih lanjut.
“Data yang masuk itu ada 346 ekor sapi yang terjangkit PMK, yang tersebar di 16 kecamatan di Ponorogo,” tutupnya. [end/aje]






