Madiun (beritajatim.com) – Perkembangan Kota Madiun yang semakin pesat menjadi magnet bagi para investor, termasuk di sektor perhotelan. Salah satu bukti nyata adalah kehadiran Hotel Mercure, bagian dari jaringan internasional Accor, yang dijadwalkan beroperasi pada Februari 2025. Hotel ini terletak di Jalan Haji Agus Salim Nomor 50, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Hotel ini berlokasi strategis, hanya 7 menit dari stasiun kereta api Madiun, dan dikelilingi berbagai fasilitas seperti kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, area kuliner, hingga rumah sakit. Dengan keunggulan ini, Mercure Madiun dipastikan menjadi pilihan utama bagi wisatawan maupun pelaku bisnis.
Chrisna Rianti, Communications Manager Accor Indonesia & Malaysia, menjelaskan bahwa desain lobi hotel ini terinspirasi oleh Kota Madiun sebagai pusat industri kereta api terbesar di Indonesia. “Tema lokomotif akan menjadi salah satu daya tarik, mencerminkan warisan budaya dan sejarah lokal,” ungkapnya pada Rabu (8/1/2025).
Fasilitas Lengkap dengan Sentuhan Lokal
Mercure Madiun menghadirkan 153 kamar modern dengan sentuhan lokal khas Madiun. Setiap kamar dirancang untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman dan memuaskan. Selain itu, hotel ini menawarkan fasilitas yang terinspirasi oleh sebutan Madiun sebagai “Kota Pendekar”, termasuk ruang pertemuan fleksibel hingga Grand Ballroom yang mampu menampung hingga 700 tamu.
Untuk penggemar kuliner, hotel ini menyediakan restoran yang menyajikan hidangan lokal dan internasional dalam suasana yang hangat dan ramah.
Promo Menarik di Masa Pembukaan
Chrisna menambahkan, pada masa pembukaan (Februari-Maret 2025), Mercure Madiun menawarkan paket menginap spesial mulai dari Rp988.000 net per malam. Paket ini mencakup berbagai keuntungan seperti voucher restoran, layanan laundry, souvenir eksklusif hotel, serta pilihan early check-in atau late check-out.
Dengan kehadiran Mercure, Kota Madiun diprediksi akan semakin menarik bagi wisatawan dan investor, sejalan dengan visinya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. [fiq/kun]






