Bojonegoro (beritajatim.com) – Selama dua hari berturut-turut Kabupaten Bojonegoro diguncang gempa. Sesuai informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terjadi pada Minggu (29/12/2024) dan Senin (30/12/2024).
Pada hari ini, berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG Stasion Meteorologi Tuban, gempa berkekuatan 2,7 magnitudo ini berlangsung pada pukul 09.38 WIB.
“Lokasi 7.13 LS,111.90 BT (2 km Timur Laut Bojonegoro-Jatim), kedalaman 7 Km BMKG-TRT,” demikian dalam informasi tertulis yang disampaikan, Senin (30/12/2024).
Sebelumnya, gempa bumi berlangsung di wilayah Bojonegoro, sekitar Kecamatan Trucuk pada Minggu 29 Desember 2024, pukul 13.28.50 WIB. Sebagian warga yang ada di Kecamatan Trucuk dan Kalitidu merasakan gempa bumi tersebut.
“Iya beneran gempa, terasa sekitar 2 detik,” ujar salah seorang warga di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Ainul.
Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi itu memiliki parameter dengan magnitudo M.3,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7.12° LS; 111.82° BT. Tepatnya di darat pada jarak 8 km arah Barat Laut Bojonegoro dengan kedalaman 13 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” ujar Plh Kepala Stageof Sleman, Wawan Joko Suwondo, dalam keterangan tertulisnya.
Menurut rilis yang disampaikan BMKG, guncangan gempabumi ini dirasakan di Bojonegoro II MMI, (Getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hingga hari Minggu, 29 Desember 2024 pukul 14.10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada aktivitas gempabumi susulan.
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” paparnya.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya. [lus/but]






