Surabaya (beritajatim.com) – Jonathan Yohvinno, media official Persebaya Surabaya mengatakan bahwa wasit Tommi Manggopa dan wasit VAR Aprisman Aranda membiarkan pelanggaran keras Ronaldo Rodrigues kepada Bruno Moreira, Pelanggaran terjadi pada babak pertama di kotak penalti saat pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Borneo FC, Jumat (20/12/2024) lalu.
Menurut Jonathan, berdasarkan hasil rekaman video tim media Persebaya, pun dari tayangan ulang Indosiar, jelas terlihat tangan Ronaldo menghentikan laju Bruno.
“Aneh, situasi itu tidak terlihat. Wasit Tommi posisinya cukup ideal untuk melihat pelanggaran itu. Pun, wasit VAR Aprisman, seharusnya bisa melihatnya dengan lebih jelas. Sayang, keduanya membiarkan saja,” ungkap pria asal Padang ini, Minggu (22/12/2024).
Lebih lanjut, dari pihak manajemen Persebaya saat ini sedang mengumpulkan rekaman-rekaman lain atas kepemimpinan wasit yang tidak seharusnya, tentu saja wasit di lapangan maupun wasit VAR.
“Kami di Persebaya meyakini, PSSI dan Liga 1 musim ini adalah yang terbaik. Terima kasih untuk Ketum PSSI, Erick Tohir yang memimpin transformasi sepak bola Indonesia dengan dengan berani, sikat semua yang melakukan praktik-praktik kecurangan. Penggunaan VAR, teknologi yang seharusnya bisa mewujudkan pertandingan sepak bola yang fair dan sportif,” imbuhnya.
Pertandingan home tersebut, membuktikan, bahwa VAR bisa menjadi alat melegalkan ketidakjujuran wasit. Baik wasit yang di lapangan maupun wasit VAR.
“Mohon Bapak @erickthohir mengevaluasi wasit yang memimpin pertandingan Persebaya vs Borneo FC malam ini. Bila tidak, hal ini bisa saja terjadi lagi. Tidak hanya kepada Persebaya, namun juga klub lain,” tambahnya.
Persebaya berharap dalam sepak bola Indonesia bisa benar-benar membaik jangan sampai dinodai praktik-praktik curang yang terstruktur dan sistematis seperti malam ini. Jangan sampai suporter dan stake holder sepak bola Indonesia kehilangan kepercayaan kepada Liga 1 dan PSSI. (way/but)






