Jombang (beritajatim.om) – Rencana pendirian perguruan tinggi NU (Nahdlatul Ulama) di Kabupaten Jombang Jawa Timur mulai dimatangkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) masa khidmat 2024 – 2029.
Pematangan rencana tersebut muncul dalam rapat pleno yang bertempat di kantor PCNU Jombang yang berada di Jl Raya Mojoagung, Rabu (18/12/2024). Rapat tersebut dihadir jajaran pengurus PCNU, mulai dari jajaran Mustasyar, A’wan, Syuriah serta Tanfidziah.
Selain itu, rapat pleno tersebut juga diikuti para ketua dan sekretaris lembaga, serta Ketua dan Sekretaris Badan Otonom (Banom) lingkup PCNU Jombang.
Rapat pleno dipimpin langsung oleh Rais Syuriah KH. Achmad Hasan, serta didampingi Ketua Tanfidziyah KH. Fahmi Amrullah Hadziq. Pada kesempatan itu, Rois Syuriah meminta pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PCNU Jombang untuk mempresentasikan rencana pendirian Perguruan Tinggi NU di Kabupaten Jombang.
Pengurus PC LPTNU yang diwakili oleh H. Awaluddin Susanto, menyampaikan bahwa pada saat ini tim pendirian Perguruan Tinggi NU sedang melakukan tahap uji kelayakan untuk menentukan jenis perguruan tinggi yang akan didirikan.
Uji kelayakan tersebut, beber Awaludin, akan menentukan bentuk perguruan tinggi yang akan didirikan, apakah nanti Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, atau politeknik.
Setelah memperoleh gambaran tentang progres pendirian perguruan tinggi NU di Kabupaten Jombang, Rais Syuriah Kiai Hasan, meminta rencana yang telah disusun terus dimatangkan.
Kiai Hasan bahkan memutuskan penggalangan dana maupun wakaf dari warga NU untuk mendukung pendirian Perguruan Tinggi NU Jombang, bisa dimulai sejak diputuskan dalam Rapat Pleno PCNU Jombang.
“Jadi kita putuskan, mulai hari ini bisa dilakukan penggalangan dana atau wakaf dari warga NU untuk pendirian PTNU (Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama),” ujar Kiai Hasan.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang KH. Fahmi Amrullah Hadziq menekankan kepada seluruh pengurus PCNU dan pengurus lembaga, serta pengurus badan otonom, agar mulai fokus untuk melaksanakan program-program yang telah dicanangkan.
Dalam rapat pleno, masing-masing pengurus lembaga dan banom, diminta menyampaikan laporan kinerja selama 2024, serta rencana kegiatan pada 2025. [suf]






