Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang Natal dan Tahun Baru, Diah Cookies, usaha kue khas yang berlokasi di Kampung Wisata Ketandan, Surabaya, mencatat lonjakan pesanan hampers hingga 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan permintaan ini sudah terlihat sejak Oktober 2024 dan terus berlanjut hingga Desember.
Diah Arvianti, owner Diah Cookies, menyampaikan bahwa usaha kue miliknya kini semakin berkembang berkat program Pahlawan Ekonomi yang digagas di era Wali Kota Tri Rismaharini. “Untuk Natal tahun ini, produksi kami meningkat sekitar 50% dibandingkan hari-hari biasa,” ujar Diah.
Ditahun ini pada moment cristmast dalam sehari, Diah dibantu dengan belasan pegawainya bisa memproduksi ratusan kue dengan 28 varian. Mulai dari kue tart, nastar, cheese stick, roll cake, redvelvet milky, macaron sampai jajanan viral seperti burnt cheese.
“Kalau favorit orang-orang tetap nastar yang jadi andalan. Tapi kami ada tart yang khusus untuk Merry Chrismast,” terang Diah.
Harga setiap produknya dipatok mulai dari Rp10.000 hingga Rp120.000. Namun, untuk harga hampers Natal bervariasi mulai ratusan hingga jutaan tergantung jenis kue kering yang dipilih.
“Untuk hampers Natal kami bisa menyesuaikan setiap budget pelanggan. Pelanggan punya budget berapa, bisa kita bikinkan. Bisa Rp160.000 untuk hampers mini, ada yang sampai Rp1 juta,” bebernya.
Momen Natal membuat Diah sedikit kewalahan memenuhi banjirnya pesanan. Setidaknya, ada delapan reseller dari berbagai daerah termasuk Jakarta yang ikut memasarkan produknya.
“Ye kebetulan kita ada penambahan tenaga yang bisa mendukung inovasi-inovasi produk-produk baru di toko kami,” ujarnya. (way/ian)






