Gresik (beritajatim.com)– Kebakaran kembali melanda di wilayah Kabupaten Gresik. Kali ini Pabrik Pupuk NPK Petrokimia Gresik (PG) terbakar di bagian atap. Kobaran api yang menyala berhasil dipadamkan kurang dari 30 menit. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kejadian kebakaran itu terjadi pada pukul 09.43 wib. Asap tebal dari pabrik NPK itu sempat menjadi tontonan warga yang melintas di Jalan Gubernur Suryo Gresik. Dalam hitungan menit api berhasil dipadamkan pukul 10.15 wib.
Sekretaris perusahaan PT Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo menuturkan, tim pemadam kebakaran (PMK) bergerak cepat dalam memadamkan kebakaran di Pabrik NPK. Sehingga, Dalam hitungan menit, kebakaran tersebut berhasil dipadamkan.
“Memang benar ada kebakaran namun langsung padam dalam hitungan menit. Masyarakat tidak perlu kuatir. Kejadian ini tidak mengganggu operasional serta aktivitas masyarakat sekitar perusahaan,” tuturnya, Jumat (13/12/2024).
Ia menambahkan, untuk memadamkan kebakaran tersebut. Perusahaannya mengerahkan sejumlah mobil damkar termasuk mobil Bronto Skylift yang bisa menjangkau diatas atap pabrik.
“Teknologi yang dimiliki Bronto Skylift membantu tim PMK mempercepat pemadaman. Mobil ini cukup modern dan mumpuni untuk berbagai medan. Mobil Bronto Skylift mampu memadamkan api di ketinggian 32 meter,” imbuhnya.

Keberhasilan memadamkan api kata Adit, juga tidak lepas dari peran Srikandi Damkar Petrokimia Gresik. Berkontribusi dalam mempercepat proses pemadaman sehingga tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa.
“Kami tegaskan kebakaran yang melanda pabrik NPK tidak mengganggu operasional perusahaan dalam menyediakan layanan pupuk. Setelah kejadian sebagian operasional
pabrik NPK berjalan seperti biasa,” katanya.
Ditanya mengenai penyebab timbulnya kebakaran. Dijelaskan Adit, masih dalam penyelidikan. Sebab, dalam kejadian ini yang ditekankan adalah keselamatan pekerja dulu baru menangani yang lain.
“Produksi pupuk tidak terganggu sama sekali. Kami juga memastikan pasca kejadian tugas Petrokimia Gresik menyediakan pupuk untuk petani tetap berjalan,” pungkasnya. dny






