Surabaya (beritajatim.com) – Seiring dengan berkembangnya industri kopi, permintaan akan kopi berkualitas tinggi terus meningkat. Namun, beberapa petani kopi di Malang menghadapi kendala dalam menghasilkan biji kopi berkualitas.
Untuk mengatasi masalah ini, tim dosen dari Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya mengembangkan mesin pengolah kopi berbasis energi surya, yang didanai oleh British Council Indonesia melalui Alumni UK Social Action Grant 2024.
Tim ini menyerahkan mesin pulper bertenaga surya, solar dome dryer, dan panel surya kepada kelompok tani Berkah Tani Nyawiji di Desa Sumberdem, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 7 Desember lalu.
Mesin-mesin tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas biji kopi dan memberikan edukasi kepada petani mengenai pengolahan pascapanen yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Tidak hanya untuk meningkatkan kualitas kopi lokal, tapi juga memberikan pendidikan kepada petani mengenai pentingnya memproses hasil panen untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka,” ujar Ketua Tim, Iwan Halim Sahputra, Kamis (12/12/2024).
Iwan menambahkan bahwa langkah ini juga dapat memberikan inspirasi bagi para petani kopi lain. “Kami berharap ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain,” tuturnya.
Iwan menjelaskan, proyek ini dimulai pada Maret 2024 lalu dan melibatkan dosen dari berbagai program studi di UK Petra Surabaya, yaitu dirinya, bersama Indar Sugiarto, dan Hariyo Priambudi Setyo Pratomo.
Ia mengungkapkan bahwa mesin pulper surya dapat memproses hingga 140 kg kopi per jam dengan biaya lebih rendah dibandingkan metode sebelumnya yang hanya menghasilkan 35 kg per jam.
Selain itu, solar dome dryer memungkinkan pengeringan biji kopi lebih cepat, yang sebelumnya memakan waktu 14 hingga 16 hari, kini hanya membutuhkan enam hari.
Dengan adanya alat-alat ini, diharapkan kualitas kopi Desa Sumberdem dapat meningkat, serta membuka peluang pasar yang lebih baik bagi para petani. [ipl/kun]






