Lumajang (beritajatim.com) – Gunung Semeru, salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa, segera dibuka kembali untuk umum. Ini menjadi kabar menyenangkan bagi para pecinta alam dan pendaki, sejak Gunung Semeru ditutup pada tahun 2021.
Keputusan ini diambil setelah melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada 4 Desember lalu.
Hendra, Humas TNBTS, menyampaikan bahwa pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru dilakukan dengan sejumlah persyaratan dan pembatasan. Tujuannya adalah untuk memastikan keselamatan para pendaki dan menjaga kelestarian lingkungan. “Kami ingin memastikan pendakian di Semeru aman dan minim risiko,” ujarnya.
Salah satu persyaratan utama adalah kuota pendakian yang dibatasi sebanyak 200 orang. Selain itu, para pendaki wajib didampingi oleh Pendamping Pendaki Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Kebijakan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan menjaga kebersihan lingkungan selama pendakian. “Dengan didampingi petugas, diharapkan para pendaki dapat lebih aman dan nyaman selama melakukan perjalanan,” tambah Hendra.
Jalur pendakian yang resmi saat ini hanya melalui Desa Ranupani. TNBTS telah melakukan berbagai persiapan, seperti perbaikan fasilitas dan pembersihan jalur, guna memberikan kenyamanan bagi para pendaki. Namun, pembukaan resmi jalur pendakian masih menunggu izin dari Kementerian Kehutanan.
Mengenai tarif pendakian, Hendra menjelaskan bahwa tarif terbaru akan segera diumumkan. Besaran tarif akan disesuaikan dengan peraturan pemerintah yang berlaku. “Tarif pendakian akan segera kami informasikan kepada publik,” ungkapnya.
Meskipun demikian, Hendra mengingatkan bahwa batas pendakian sementara hanya sampai Ranu Kumbolo. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian alam di sekitar puncak Semeru. [kun]






