Malang (beritajatim.com) – Dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Indonesia, perguruan tinggi di bawah naungan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) bekerja sama melalui penelitian inovatif. Penelitian ini melibatkan Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Padang (UNP), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Fokus utamanya adalah pengembangan Metaverse System: Augmentasi Self Assessment Engin yang terintegrasi dengan kerangka CSE-UCLA Model. Pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran vokasi melalui teknologi digital terkini.
Metaverse, sebagai dunia virtual tiga dimensi yang didukung teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), menawarkan peluang besar dalam pendidikan vokasi. Teknologi ini memungkinkan simulasi praktikum yang imersif, memberikan pengalaman belajar yang realistis tanpa bergantung pada fasilitas fisik.
Penelitian ini dipimpin oleh para ahli dari masing-masing institusi: Prof. Dr. Eddy Sutadji, M.Pd dari UM, Prof. Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd dari UPI, Prof. Dr. Fahmi Rizal, M.Pd dari UNP, dan Asoc. Prof. Dr. Fenky Marsandi dari BRIN. Setiap tim memiliki peran spesifik berdasarkan wilayah dan kebutuhan lokal.
UM memimpin pengembangan teknologi di Jawa Timur. Tim UM, termasuk Ir. Marsono, Ph.D. dan Andika Bagus N.R.P., M.Pd., mengembangkan sistem Self Assessment Engine untuk membantu mahasiswa vokasi mengevaluasi keterampilan secara mandiri, mempercepat proses belajar, dan mendapatkan umpan balik yang relevan.
“Melalui sistem ini, para mahasiswa vokasi dapat melakukan evaluasi diri yang lebih objektif, mengukur kemajuan pembelajaran mereka, serta mendapatkan feedback yang lebih cepat dan tepat,” ujar Prof. Dr. Eddy Sutadji.
UPI berfokus pada integrasi framework CSE-UCLA Model dengan sistem berbasis metaverse. Tim yang dipimpin oleh Prof. Dr. Iwa Kuntadi ini juga melibatkan Dr. Mustika Nuramalia Handayani, S.TP., M.Pd., dan Muhammad Oka Ramadhan, S.Pd., untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif dan efektif.
“Framework ini memungkinkan peserta didik untuk belajar melalui simulasi yang lebih realistis dan menyeluruh, serta meningkatkan keterampilan mereka dengan cara yang lebih efektif,” jelas Prof. Dr. Iwa Kuntadi.
UNP mengembangkan teknologi dan perspektif riset di Sumatera Barat. Prof. Dr. Fahmi Rizal bersama timnya, Dr. Muhammad Ihsan, S.Pd.I., M.Kom, dan Nadia Nadawina, S.Pd, M.Pd.T., memperkuat pendekatan lokal yang relevan dengan kebutuhan regional.
“Keberagaman pengalaman dan latar belakang dari masing-masing perguruan tinggi ini menghasilkan sinergi yang sangat kuat, yang memungkinkan kami untuk bekerja lebih efektif dalam memanfaatkan teknologi,” kata Prof. Dr. Fahmi Rizal.
BRIN berperan dalam riset teknologi dan inovasi. Menurut Asoc. Prof. Dr. Fenky Marsandi, kolaborasi ini membuka jalan untuk mempercepat digitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia, menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih terintegrasi dan inovatif.
“Kolaborasi ini membuka peluang besar untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif dan terintegrasi, yang tentunya akan bermanfaat bagi pengembangan SDM di sektor pendidikan vokasi,” ungkapnya.

Kolaborasi ini telah membuktikan efektivitasnya selama tiga tahun terakhir, menghasilkan berbagai inovasi dalam pendidikan vokasi. Penelitian ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran tetapi juga memperkuat daya saing lulusan Indonesia di pasar global.
Andika Bagus dari UM menegaskan pentingnya keterlibatan dosen muda dalam riset ini. “Kolaborasi lintas institusi ini memberi kami peluang belajar dari para ahli dan mengembangkan solusi berbasis teknologi yang lebih dekat dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Penelitian ini merupakan bagian dari skema Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) yang dimulai pada 2022 dan kini memasuki tahap lanjut di tahun 2024. Skema RKI, yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), bertujuan mendorong sinergi antar perguruan tinggi untuk menghasilkan solusi aplikatif dalam dunia pendidikan.
Hal ini sangat relevan untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja lulusan pendidikan vokasi di Indonesia. Dengan dukungan teknologi metaverse dan VR, penelitian ini diharapkan dapat diterapkan secara luas di seluruh Indonesia, memberikan manfaat nyata bagi institusi pendidikan vokasi dan masyarakat. [dan/aje]






