Gresik (beritajatim.com) – Menjelang akhir tahun 2024, Petrokimia Gresik menyiapkan stok 316.334 ton pupuk bersubsidi. Semua pupuk tersebut tersedia di kios resmi. Proses penebusan sangat mudah asal petani sudah terdaftar di gapoktan.
“Silahkan petani melakukan penebusan serta mengoptimalkan stok pupuk bersubsidi yang tersedia di kios,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo, Rabu (4/12/2024).
Sebelumnya, pada pertengahan tahun 2024. Pemerintah menambah volume pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Atas penambahan alokasi tersebut, selanjutnya Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan kontrak senilai 7,54 juta ton kepada Pupuk Indonesia untuk memenuhi pupuk bersubsidi tahun 2024.
Penambahan itu, guna mewujudkan swasembada pangan nasional. Untuk itu, petani diharapkan melakukan
penebusan supaya produktivitas pertanian nasional dapat terus ditingkatkan. “Stoknya kami siapkan cukup banyak, pupuknya juga sudah ada di kios-kios resmi, penebusannya lebih mudah. Petani terdaftar bisa menebus pupuk bersubsidi cukup dengan membawa KTP ke kios,” imbuh Dwi Satriyo.
Adapun stok pupuk bersubsidi yang disiapkan Petrokimia Gresik per 2 Desember 2024, terdiri dari Urea 52.365 ton, NPK 246.875 ton, dan Petroganik 17.094 ton. Stok tersebut jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah. “Kami senantiasa menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi sesuai regulasi. Langkah ini diambil memastikan kelancaran dalam penyaluran pupuk bersubsidi,” kata Dwi Satryo.
Terkait proses distribusi lanjut dia, pihaknya telah melaksanakan digitalisasi pada semua lini bisnis, termasuk proses distribusi dan pengelolaan pergudangan. Pemanfaatan teknologi ini sekaligus sebagai upaya meningkatkan pengawasan, sehingga pupuk bersubsidi yang tersalurkan tepat sasaran.
Adapun sejumlah aplikasi digital yang diciptakan untuk kelancaran distribusi antara lain Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO) dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).
“Kami juga sering blusukan ke daerah-daerah, untuk memastikan stok langsung di lapangan dan memastikan pupuk bersubsidi diterima oleh petani terdaftar. Ini sebagai komitmen menjamin kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi,” ungkapnya.
Ia menuturkan, petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi harus memenuhi kriteria yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 1 Tahun 2024. Salah satu syaratnya adalah wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan), dan menggarap lahan maksimal 2 hektar. Selain itu, komoditas strategis yang berhak menerima subsidi pupuk sesuai regulasi adalah sembilan komoditas. Yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu, dan kakao.
“Bagi petani yang tidak tercatat sebagai penerima pupuk bersubsidi, segera mendaftarkan diri melalui Kelompok Tani (Poktan) di masing-masing daerahnya. Pemerintah memberikan kemudahan melalui regulasi terbaru. Pendataan petani penerima melalui e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) dapat dievaluasi empat bulan sekali pada tahun berjalan, sehingga data petani penerima dan kebutuhan dapat dilakukan pembaruan ketika sistem e-RDKK dibuka,” tuturnya. [dny/kun]






