Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 1.200 personel Satpol PP Kota Surabaya mengikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) oleh Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Regional Jawa Timur (Jatim) bersama Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI).
Pelatihan ini berlangsung dalam dua tahap, yakni pada 6 dan 19 November 2024, yang masing-masing mencakup sesi teori dan praktik.
Sesi pertama pelatihan berfokus pada teori Bantuan Hidup Dasar, termasuk resusitasi jantung paru (RJP) dan penanganan korban henti napas. Sesi kedua berupa praktik langsung dengan simulasi pertolongan pertama.
Pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan Satpol PP dalam memberikan pertolongan pertama saat terjadi kegawatdaruratan. Hal ini penting mengingat peran mereka sebagai garda terdepan yang sering kali menghadapi kondisi darurat di lapangan.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Satpol PP Kota Surabaya, Dwi Hargianto menekankan pentingnya kompetensi dalam menangani situasi darurat.
“Kompetensi ini akan sangat bermanfaat dalam menjalankan tugas di lapangan, khususnya dalam situasi darurat yang memerlukan tindakan cepat dan tepat,” kata Dwi Hargianto, Jumat (29/11/2024).
Ia menilai, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya strategis dalam membangun sumber daya manusia yang mampu merespons berbagai ancaman keselamatan di masyarakat.
“Dengan kemampuan yang memadai dalam memberikan pertolongan pertama, risiko yang ditimbulkan oleh kegawatdaruratan dapat ditekan seminimal mungkin,” tuturnya.

Sedangkan Koordinator PKK Regional Jatim, dr Ninis Herlina Kiranasari menilai pelatihan ini krusial untuk memastikan kesiapsiagaan Satpol PP dalam menghadapi situasi kritis dan membangun sinergi dengan tim medis.
“Kegiatan ini untuk memastikan Satpol PP Kota Surabaya memiliki kesiapsiagaan menangani kegawatdaruratan. Kami ingin mereka mampu memberikan pertolongan pertama dengan cepat dan tepat, sehingga risiko korban jiwa dapat diminimalkan,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan ini juga untuk membangun sinergi antara tim medis dan aparat pemerintah dalam menghadapi situasi kritis di lapangan. “Kami berharap pelatihan ini menjadi awal dari upaya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan di masa mendatang,” tambahnya.
Dengan pelatihan ini, diharapkan Satpol PP Surabaya dapat memberikan respon lebih cepat dan tepat dalam situasi darurat, meningkatkan keselamatan masyarakat, dan memperkuat kesiapsiagaan di masa depan. [ipl/suf]






