Sumenep (beritajatim.com) – Aksi kampanye para relawan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sumenep Ali Fikri – Unais Ali Hisyam (Final) tergolong unik. Mereka mendatangi masyarakat secara ‘door to door’ sambil mengenakan kostum ‘Power Rangers’, dan membawa ‘Human Standing’ atau gambar paslon berukuran besar menyerupai aslinya.
“Kami sengaja membuat sesuatu yang berbeda saat kampanye. Kalau istighosah kan sudah biasa. Kami ingin membuat warga tertarik. Mangkanya kami pakai kostum Power Rangers,” kata salah satu relawan, Ach. Salman, Jumat (22/11/2024).
Kampanye unik itu melibatkan 10 relawan putra dan putri, berkeliling di Desa Totosan, Kecamatan Batang-batang. Mereka menyapa warga dengan mengingatkan bahwa hari H pencoblosan pada 27 November 2024. Selain itu, mereka juga memperkenalkan sosok Kyai Ali Fikri dan Kyai Unais Ali Hisyam.
“Kami tidak mungkin mendatangkan pak kyai ke semua warga secara langsung. Karena itulah, kami membawa foto atau gambar pak kyai, agar masyarakat di Desa Totosan ini mengenal sosoknya dan memilih pasangan Final saat pencoblosan,” ujarnya.
Sementara Edy Santoso, relawan Final yang mempunyai ide awal kampanye unik itu mengatakan, dirinya perlu waktu hingga 15 hari untuk membuat ‘Human Standing’. Sedangkan pembuatan kostum ‘Power Rangers’, dibantu oleh rekannya di Surabaya.
“Untuk foto atau gambar Pak Kyai ini ukurannya kami buat seperti aslinya. Tinggi badannya, lebar badan, dibuat sama persis, sehingga mengesankan seolah-olah memang Pak Kyai yang sowan ke masing-masing rumah warga,” terangnya.
Ia mengaku cukup senang karena kampanye unik itu mendapat tanggapan antusias dari masyarakat. Mereka terlihat sangat tertarik dan ingin tahu informasi apa yang dibawa. “Sebagian besar langsung nanya, ada apa ini, ada apa ini, kok ada Power Rangers? Nah, ini yang kami harapkan. Masyarakat tertarik dengan kampanye kami,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, biaya untuk membuat kampanye unik ini berasal dari swadaya para relawan. Menurutnya, relawan dan paslon Final memang tidak punya uang, tetapi punya kreatifitas. “Kami punya kreatifitas. Bukan mengandalkan ‘isi tas’. Kami ingin memberikan yang terbaik bagi Paslon Final,” tandasnya. (tem/kun)






