Surabaya (beritajatim.com) – Pertandingan pekan ke-11 Liga 1 antara Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta berlangsung sengit di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Hingga babak pertama usai, Persebaya tertinggal 0-1 setelah Gustavo Almeida mencetak gol lewat titik penalti.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya yang diasuh oleh Paul Munster langsung mencoba menekan pertahanan Persija. Namun, skema serangan yang mereka bangun berhasil dibaca dengan baik oleh skuad Macan Kemayoran.
Peluang emas pertama bagi Persebaya tercipta di menit ke-9 melalui tendangan Bruno Moreira. Sayangnya, sepakan tersebut masih membentur salah satu pemain belakang Persija, sehingga belum mampu mengubah kedudukan.
Di sisi lain, Persija tidak tinggal diam. Pada menit ke-22, mereka nyaris menambah angka melalui tendangan Gustavo Almeida yang mengarah ke depan gawang Persebaya. Beruntung, kiper Andhika Ramadhani sigap menghalau bola tersebut.
Memasuki menit ke-30, tekanan kembali datang dari Persija lewat tendangan keras jarak jauh Firza Andhika. Namun, lagi-lagi Andhika Ramadhani tampil gemilang dan berhasil mengamankan gawangnya.
Momen krusial terjadi pada menit ke-37, ketika Gustavo Almeida berhasil menerobos masuk ke kotak penalti Persebaya. Pemain asal Brasil ini terjatuh sebelum dapat mengeksekusi bola. Insiden tersebut memaksa wasit melakukan pengecekan VAR. Setelah meninjau tayangan ulang, wasit memutuskan memberikan penalti kepada Persija.
Gustavo Almeida yang menjadi eksekutor penalti sukses menjalankan tugasnya. Tendangan kerasnya mengecoh Andhika Ramadhani dan membuat Persija unggul 1-0 pada menit ke-43.
Tertinggal satu gol, Persebaya berusaha menggencarkan serangan hingga menit-menit akhir babak pertama. Namun, upaya mereka untuk menyamakan kedudukan belum membuahkan hasil. Skor 0-1 tetap bertahan hingga peluit tanda akhir babak pertama dibunyikan.
Pertandingan ini menjadi tantangan besar bagi Persebaya untuk bangkit di babak kedua demi mengamankan poin di kandang sendiri. (rma/ted)
Ernando Ari (kiper), Aditya Arya (kiper), Ardi Idrus, Rizky Dwi, Rendy May, Oktafianus Fernando, Alfan Suaib, Riswan Lauhin, dan Mohammed Rashid.






