Surabaya (beritajatim.com) — Angin malam di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya terasa berbeda bagi Bruno Moreira. Laga melawan Persis Solo akhir pekan ini menjadi penanda perjalanan spesial: sang winger asal Brasil resmi mencatatkan 100 penampilan bersama Persebaya.
Di usianya yang baru 26 tahun, pencapaian ini terasa lebih dari sekadar angka. Ada emosi. Ada cerita. Ada ambisi yang ia tata pelan-pelan.
“Saya berharap bisa menjadi legenda, tapi itu bukan tujuan utama saya. Hal itu akan datang sendiri jika saya melakukan hal yang benar di dalam dan di luar lapangan,” ucap Bruno, Minggu (2/11/2025).
Bruno tidak sedang bicara besar. Ia bicara pengalaman dan proses. Ia bicara tentang kebanggaan yang datang dari kerja keras.
Menurut Bruno, 100 laga bukan garis akhir. Justru sebaliknya, ini seperti pintu baru yang baru saja dibuka. “Ini catatan bersejarah bagi saya. Tapi ini bukan titik berhenti,” katanya. “Ada perjalanan baru yang harus saya jalani.”
Ia mengakui, status atau rekor pribadi bukan motivasi tertinggi. Yang membuatnya bertahan, yang membuatnya terus berlari, justru atmosfer stadion dan energi suporter.
Momen paling tak terlupakan? Pertama kali merasakan gemuruh puluhan ribu Bonek dan Bonita di GBT. “Itu tak akan pernah saya lupa,” ujarnya. Dukungan suporter hijau inilah yang menjadi amunisi mental hingga kini.
Bruno tak lupa mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang ikut membentuknya selama ini. “Saya berterima kasih kepada rekan setim, staf pelatih, dan seluruh pendukung Persebaya yang sudah membantu saya berkembang,” tuturnya.
Dan ia menutup dengan harapan sederhana namun tegas: “Semoga prestasi Persebaya akan jauh lebih baik dari sebelumnya.”
Sejak kembali ke Surabaya di pertengahan 2023, Bruno tampil konsisten sebagai motor serangan. Fleksibilitasnya jadi nilai plus: bisa mengisi sayap kiri, kanan, hingga gelandang serang. Hingga pekan ke-11 musim 2025/2026, ia mencatatkan tiga gol plus beberapa assist — bukti kontribusi yang tak sekadar angka, tapi juga ritme permainan.
Perjalanan masih panjang. Musim pun belum sampai ujung. Namun 100 laga ini seolah menjadi penanda bahwa Bruno Moreira tidak sekadar datang untuk mencetak gol.
Ia datang untuk membangun warisan. Dan ia mulai melakukannya dari dalam lapangan — perlahan, tapi jelas. (way/ted)






