Jember (beritajatim.com) – Pasangan calon nomor urut 1, Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, kompak menghadiri acara deklarasi kesepakatan damai di Markas Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Kamis (21/11/2024) malam. Sementara itu, Muhammad Fawait, calon bupati nomor urut 2, tidak didampingi sekondannya Djoko Susanto.
Acara juga dihadiri Pejabat Sementara Bupati Jember Imam Hidayat, Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Bayu Pratama Gubunagi, Komandan TNI Distrik Militer 0824 Letnan Kolonel Artileri Medan Indra Ardiansyah, dan Ketua DPRD Jember Ahmad Halim.
Hadir juga ketua lembaga pemangku kewenangan pemilihan kepala daerah Jember, yakni Ketua Komisi Pemilihan Umum Jember Dessi Anggraeni dan Ketua Badan Pengawas Pemilu Jember Sanda Aditya Pratama.
Ada empat butir kesepakatan damai itu. Pertama, siap melaksanakan pemilihan bupati dan wakil bupati secara jujur, santun, dan bermartabat. Kedua, bekerja sama dengan penyelwnggara pemilihan bupati dan wakil bupati Jember tahun 2024 dalam melaksanakan segala ketentuan peraturan perundang-undangan terkait pemilihan bupati dan wakil bupati.
Ketiga, bersama aparat Polri dan TNI siap menjaga situasi kondusif dengan tidak mengangkat isu-isu sara dab mendukung sepenuhnya tindakan tegas yang dilakukan dalam rangka penegakan peraturan perundang-undangan serta siap mengendalikan massa pendukung.
Keempat, menerima dengan ikhlas dan jiwa ksatria atas hasil pemilihan bupati dan wakil bupati Jember tahun 2024 yang ditetapkan KPU Kabupaten Jember sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan siap terpilih atau tidak terpilih.
Hendy Siswanto menyambut baik deklarasi damai tersebut. Ini ditunjukkan dengan kehadirannya bersama Firjaun sebagaimana saat deklarasi damai pertama yang digelar KPU Jember, 24 September 2024.
“Ini harus diikuti warga Jember semua. Kita wajib damai. Semua aman, terkendali, bagus semua. Ini adalah pesta. Pesta demokrasi ini harus dimaknai dengan senang-senang, bahagia,” kata Hendy usai acara.
Hendy juga mengajak seluruh masyarakat Jember yang memiliki hak pilih untuk datang ke tempat-tempat pemungutan suara. “(Memilih) ini hak kita semua,” katanya.
Ditanya soal ketidakhadiran Djoko, Fawait mengatakan baru mendapat informasi mengenai deklarasi damai tersebut menjelang acara berlangsung. “Beliau (Pak Djoko) ada acara di Sukowono, dan saya harus ke Rambipuji. Maka itu saya izin dulu tadi. Setelah selesai, saya harus bergeser,” katanya.
Fawait mengapresiasi kondisi Jember yang aman dan baik saat ini. “Kami mendukung TNI dan Polri untuk menjaga pilkada agar berjalan damai, jujur, dan adil. Mudah-mudahan pelaksanaan pilkada Jember berjalan dengan lancar dan baik. Tidak ada wasit yang ikut bermain,” katanya.
Sementara itu, Hendy percaya terhadap kinerja KPU, Bawaslu, kepolisian, dan TNI. “Saya yakin mereka akan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi serta profesional,” katanya.
Hendy juga yakin semua pihak memiliki sikap kenegarawanan. “Ini kita harus ikuti sama-sama. Terima kasih Pak Kapolres. Insyaallah Jember akan semakin keren ke depannya,” katanya. [wir]






