Surabaya (beritajatim.com) – Batik Surabaya Maritim semakin mengukuhkan posisinya sebagai ikon kota pahlawan. Motif batik yang menggabungkan sejarah maritim Surabaya dengan sentuhan modern ini kini menjadi sorotan dan diyakini akan menjadi produk unggulan ekonomi kreatif kota.
PT Pelindo Marine Service, melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungannya, terus mendorong pengembangan batik tulis khas Surabaya, khususnya motif maritim. Dalam sebuah diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, ditekankan pentingnya batik maritim sebagai bagian dari identitas kota Surabaya.
Salah satu keunikan batik Surabaya adalah fleksibilitasnya dalam mengadopsi motif-motif kontemporer. Tidak terpaku pada satu pola tertentu, para perajin batik Surabaya bebas berkreasi dengan menggabungkan elemen sejarah maritim dengan sentuhan modern. Hal ini terlihat pada motif batik yang menggambarkan kapal tunda klasik, daun semanggi khas Surabaya, hingga pemandangan Pelabuhan Tanjung Perak.
Kepala Bidang Pariwisata, Disbudporapar Pemkot Surabaya, Farah Andita Ramdhani, menjelaskan bahwa batik maritim tidak hanya sekadar produk fashion, tetapi juga menjadi media untuk menceritakan kisah kota Surabaya. “Batik maritim ini akan menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang ke Surabaya dan mengenal lebih dalam tentang sejarah maritim kota ini,” ujarnya.
FGD ini menjadi wadah bagi para perajin batik, desainer, pemerintah, dan pelaku bisnis untuk berkolaborasi. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan batik Surabaya maritim dapat semakin berkembang dan dikenal luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Sekretaris Perusahaan Pelindo, Ardhy Wahyu Basuki, mengingatkan pentingnya aspek bisnis dalam pengembangan batik maritim. “Batik tidak hanya harus indah, tetapi juga harus memiliki nilai jual yang tinggi. Pelindo memiliki program untuk membantu UMKM batik agar bisa menembus pasar global,” ujarnya.
Dengan potensi yang sangat besar, batik Surabaya maritim diharapkan dapat menjadi salah satu ikon budaya Indonesia. Kolaborasi yang erat antara berbagai pihak akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengembangkan batik ini.[rea/kun]






