Blitar (beritajatim.com) – Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Kabupaten Blitar menganggap Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 1, Rijanto-Beky, kalah KO dalam debat Pemilihan Bupati (Pilbub) Blitar. Alasannya, pasangan ini memilih walkout dari debat.
Ketua PPI Kabupaten Blitar, Mujianto, mengatakan seharusnya dalam sebuah debat semua pasangan calon mengikuti aturan main yang ada. Bukan bersikap semaunya sendiri.
“Di tiap tahapan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit bisa ratusan juta per tahapan dan fenomena tahapan debat ke dua kemarin, ada salah satu pasangan yang walk out tidak mau meneruskan penyampaian visi-misinya, seharusnya KPU menawarkan kepada pasangan lain dalam hal ini Pasangan Mak Rini-Mas Ghoni apakah diteruskan atau dihentikan,” ucap Mujianto, Kamis (7/11/2024).
Mujianto pun menyoroti keputusan penghentian secara sepihak di tengah jalannya debat kedua Pilbup Blitar kemarin. Seharusnya, KPU juga bertanya ke Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 2 soal dilanjutkan atau tidaknya debat.
Secara etika harusnya KPU Kabupaten Blitar juga memberikan ruang kepada pasangan Rini-Ghoni untuk menyelesaikan visi-misinya dulu. Baru setelah itu dilakukan diskusi apakah debat kemarin dilanjutkan atau tidak.
“Ini bukan ajang cangkrukan ngopi, yang dengan seenaknya berbuat apapun atas kemauan seseorang untuk digagalkan dan dibatalkan, padahal terdapat ada institusi lain seperti Forkopimda dan lain sebagainya di deretan tamu undangan,” tegasnya.
Sementara itu KPU Blitar juga sudah angkat bicara soal debat kedua Pilbup yang dihentikan kemarin. KPU menyebut debat terpaksa diberhentikan karena tidak ada titik temu saat mediasi antara kedua paslon. Selain itu, situasi debat yang tidak kondusif juga menjadi faktor debat tidak dilanjutkan.
“Dihentikan (debat) karena memang mediasi tidak ada titik temu (deadlock). Kemudian situasi tidak memungkinkan untuk debat dilanjutkan,” kata Ketua KPU Kabupaten Blitar Sugino, Kamis (7/11/2024).
Sugino menjelaskan, situasi tidak kondusif karena pendukung salah satu Paslon tidak berkenan dengan adanya Paslon yang membawa lembaran kertas. Menurut Sugino, pihaknya memang memfasilitasi lembaran visi misi dan program kerjaan untuk masing-masing paslon.
“Jadi kemarin (debat) dari KPU memang memfasilitasi bahan kampanye, berupa lembaran yang sebelumnya disetorkan ke KPU. Untuk Paslon 02 itu berupa visi misi 1 lembar dan program kerja 1 lembar. Paslon 01 untuk visi misi dan program kerja dijadikan 1 lembar,” terangnya.
Saat situasi debat memanas, Sugino mengaku tidak mengecek langsung lembaran yang dibawa oleh Paslon 02. Meskipun seorang petugas juga langsung naik ke podium. Menurutnya, saat moderator tidak dapat mengendalikan suasana debat maka komisioner KPU langsung melakukan mediasi dengan tim masing-masing Paslon.
“Enggak lihat (lembaran) karena langsung mediasi, dan tidak ada titik temu. Karena masing-masing Paslon ada kemauannya sendiri dan situasi semakin panas. Makanya debat diputuskan untuk diakhiri,” jelasnya. [owi/beq]







29 Komentar
Kualitas riyanto beky memang rendah, jadi yg ditunjukkan ototnya. Gaya beky spt preman
Wong lawanya tidak jujur kok KO aneh2 org sekarang itu mau d BP dulu
Yeee nyontek masih saja dibela.
Owalah. .. lawan Rini bupati 20 ribuan kae to …
Pasangan 02 justru melanggar aturan KPU.justru memalukan dn GK ada hrga diri.masyarakat bisa mnilai mn yg berkualitas dn tdk
Owalah. .. lawan Rini bupati 20 ribuan kae to …
Pengecut. Cuma gara2 catatan smpk WO.
Kpu harusnya tegas memberi aturan debat bukan mengikuti aturan dari Paslon!
Pasangan 02 justru melanggar aturan KPU.justru memalukan dn GK ada hrga diri.masyarakat bisa mnilai mn yg berkualitas dn tdk
01 Menang, seng Gae Berita timses e 02 yo mesti bahasa ne ngunukui, 02 kalah pamor ora asli blitar kabupaten wedi kalah, dadi nggae segala cara dingge menjatuhkan lawan ne dan itu bukan cara yang seportif. Seperti pada saat debat!
Blitar butuh Ganti pemimpin,Bukan Debat
Blitar butuh Ganti Pemimpin,Bukan debat
Debat seperti apa tetap tergantung di setiap masyarakat kab blitar mau milih yg mana.yg jelas p rianto udah pernah jadi wakil dan jadi bupati kinerjanya seperti apa dan mak rini pernah jadi bupati kinerjanya ya kayak apa.tergantung rakyatnya lah.debat itu hasilnya apa lo.yg siknifikan .paling” menghabiskan anggaran kpu.
Gimana mau jadi pemimpin kalo ga punya visi misi yg bisa dilihat,di demgar oleh masyarakat.
Justru aturan main dilanggar Paslon 2 makanya walk out ini terhormat bukannya yang curang didukung kita butuh etikabilitas calon udah dibilang ga boleh tetap dilanggar calon seperti ini wajib tidak dipilih
Omong opo awakmu???menengo ae lho ngganteng…ngomong nggak berkelas blas…jaka sembung bawa golok
Visi misi kok butuh contekan… Lawong sekelas debat OSIS sekolah aja gak boleh bawa contekan dulu… Karena logikanya visi misi itu ya motivasi mereka mencalonkan itu apa? Tujuan mereka mencalonkan apa?, dan program nya apa seharusnya mereka tahu… Kalo seandainya gak tau kan ya aneh…. Beda lagi kalo visi misi dan program kerja cuma sebatas formalitas debat dan bukan untuk direalisasikan ya wajar kalo gak perlu bikin visi misi dan program sendiri, biar timsesnya yg buatkan SE elok mungkin… Fix gak pantas dipilih kedua calonnya… Apesnya Blitar gada calon yg bener bener mau JD pemimpin yg benar dan amanah.
Depat ga mutu,,emang dg uang 20 mau jadi bupati ,atau rakyat akan ditipu dg nomer nik tkpnya…blitar skarang ga bodoh bos.
Goblok bin kucluk buang2 anggaran gk paham debat publik mbok ya lngsung ngomong ae ora sido maju nyalon isin2 i wong blitar
Buang2 anggaran gk paham debat publik mbok ya lngsung ngomong ae ora sido maju nyalon isin2 i wong blitar
Blitar butuh sejahtera dan birokrasi bersih dan disetiap instansi birokrasi jadi sistem yg baik
Beky menang kaya aja, hmgak cocok jd pemimpin
Debat seperti apa tetap tergantung di setiap masyarakat kab blitar mau milih yg mana.yg jelas p rianto udah pernah jadi wakil dan jadi bupati kinerjanya seperti apa dan mak rini pernah jadi bupati kinerjanya ya kayak apa.tergantung rakyatnya lah.debat itu hasilnya apa lo.yg siknifikan .paling” menghabiskan anggaran kpu.
Kita sama sma belajar, mestinya pilbub Blitar adem..kenapa harus panas… setidaknya ada mediasi sebelum dan sesudah prosesi debat..semenang apapun debat atau bahkan sampai menang di pilbub,toh semuanya memiliki tanggung jawab, jadi kn lebih bijak jika diselesaikan dengan adem.. tidak emosional sehingga menjadi cerminan masyarakat Blitar yg dewasa..
Anda ini tolol, yang curang pasangan Mak Rini, yg disalahkan pasangan Rianto Becky. Minum obat dulu bosss biar gak dol otakmu
Anda ini tolol, yang curang pasangan Mak Rini, yg disalahkan pasangan Rianto Becky. Minum obat dulu bosss biar gak dol otakmu
Tolong KPU pusat lakukan audit ke bawah,, berita ini sangat meresahkan
Emosian kok mau mimpin. Sudah saya tentukan pilihan skrg
Seng bikin berita anak buahe Paslon 02,pantesan aja ikut nyontek berita,g tau aturan main kok bawa contekan dibela dasar P A