Madiun (beritajatim.com) – Kabupaten Madiun menunjukkan perkembangan signifikan dalam luas panen dan produksi padi pada 2023. Ini merupakan potensi besar bagi Madiun di sektor pertanian.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun per 23 November 2023, berikut adalah rincian terkait luas panen dan produksi padi selama tahun 2023 serta perbandingannya dengan tahun 2022.
Selama tahun 2023, terdapat fluktuasi pada luas panen dan produksi padi setiap bulannya. Data menunjukkan, puncak luas panen tertinggi terjadi pada Maret dengan luas panen mencapai 12,15 ribu hektare. Sedangkan produksi di bulan yang sama mencapai 64,43 ribu ton gabah kering giling (GKG).
Pada April, luas panen mulai menurun menjadi 9,12 ribu hektare dengan produksi sebesar 48,29 ribu ton GKG. Sedangkan luas panen dan produksi terendah terjadi pada Oktober, dengan luas panen hanya 1,13 ribu hektare dan produksi sebesar 5,81 ribu ton GKG.
Menjelang akhir tahun, pada November dan Desember, luas panen kembali meningkat, mencapai 6,61 ribu hektare dengan produksi sebesar 37,86 ribu ton GKG di November, dan diperkirakan akan mencapai 7,98 ribu hektare dengan produksi 42,89 ribu ton GKG di Desember.
Total luas panen padi pada 2023 tercatat sebesar 71,72 ribu hektare, dengan total produksi mencapai 418,65 ribu ton GKG.
Dibandingkan dengan 2022, luas panen padi di Kabupaten Madiun mengalami sedikit penurunan pada 2023. Pada 2022, luas panen mencapai 73,06 ribu hektare, sedangkan pada tahun 2023 tercatat turun sebesar 1,83%, menjadi 71,72 ribu hektare.
Tetapi meskipun luas panen menurun, produksi padi mengalami peningkatan. Produksi padi pada tahun 2022 sebesar 401,57 ribu ton GKG, sedangkan pada 2023 meningkat sebesar 4,25 persen menjadi 418,65 ribu ton GKG. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas padi pada tahun 2023 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertakan) Kabupaten Madiun sempat meraih penghargaan nasional atas prestasi di sektor pertanian. Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-79 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2024.
Acara penghargaan yang diselenggarakan di Kementerian Pertanian RI di Jakarta tersebut menganugerahkan Kabupaten Madiun sebagai peringkat ketiga dalam Indeks Pertanaman Padi Tertinggi tingkat Kabupaten/Kota untuk tahun 2023. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian kepada Kepala Dispertakan Kabupaten Madiun, Sumanto, saat upacara peringatan HUT RI, 17 Agustus 2024 lalu.
Sumanto, Kepala Dispertakan Kabupaten Madiun, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari dukungan seluruh pihak terkait, mulai dari Kelompok Tani (Poktan), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, Polri, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Tak kalah penting, Sumanto juga menyebutkan adanya peran penting dari dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun.
“Kami semua memiliki komitmen tinggi dalam mendukung dan menjalankan program kedaulatan pangan pemerintah,” ujar Sumanto.
Lebih lanjut, Sumanto menambahkan bahwa potensi pengembangan pertanian di Kabupaten Madiun masih sangat besar. Melalui peningkatan infrastruktur seperti pompanisasi, lahan kering yang sebelumnya kurang optimal kini bisa dimanfaatkan untuk pertanian padi dan palawija. Dengan demikian, Indeks Pertanaman terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
“Dengan dukungan fasilitas seperti pompanisasi, kami dapat mengoptimalkan pertanian padi dan palawija,” jelasnya.
Sumanto berharap pencapaian ini dapat menjadi dorongan semangat bagi para petani dan seluruh jajaran pertanian di Kabupaten Madiun. Ia optimis bahwa dengan semangat dan dukungan yang berkelanjutan, ketahanan pangan di Kabupaten Madiun akan terjaga, bahkan memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan di wilayah Jawa Timur bagian barat.
“Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi untuk mempertahankan status Kabupaten Madiun sebagai lumbung pangan, sehingga ketahanan pangan nasional tetap aman dan berkelanjutan,” harapnya.
Sumanto, menambahkan Pemkab Madiun juga sudah pernah melaksanakan panen raya padi sehat, yaitu padi yang ditanam dengan menggunakan 50 persen pupuk organik dan 50 persen pupuk kimia.
“Tujuannya untuk mendorong masyarakat menggunakan pupuk organik sehingga menghasilkan beras sehat, yang nantinya dapat meningkatkan kesehatan konsumen,” jelasnya.
Untuk mempertahankan predikat sebagai lumbung pangan tingkat nasional, lanjut Kadis Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun saat ini perlu adanya generasi dan trobosan sehingga menarik generasi muda bekerja di bidang pertanian atau sebagai petani. [fiq/beq]






