Jember (beritajatim.com) – Dua pemuda asal Kabupaten Jember, M. Fathur Rozi dari Kecamatan Panti dan M. Alfian Khaironi dari Kecamaran Silo mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
M. Fathur Rozi mendapatkan penghargaan Pemuda Utama Bidang Pengembangan Kecakapan Provinsi Jatim 2024 dan M. Alfian Khaironi menerima penghargaan terbaik kedua kategori Bidang Pendidikan Pemuda Pelopor Prov. Jatim 2024.
Penghargaan diserahkan Penjabat Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, dalam serangkaian Upacara Bendera Hari Sumpah Pemuda Ke-96 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (28/10/2024) kemarin. Rozi mendapat uang pembinaan Rp 10 juta dan Alfian menerima uang pembinaan Rp 7,5 juta.
“Keduanya kebanggaan kita bersama. Saya memberikan apresiasi luar biasa keberhasilan pemuda-pemuda kita yang menembus tingkat Jawa Timur. Ke depannya ini jadi dorongan motivasi bagi generasi muda atau Gen Z untuk terus berkarya, berkreasi, berinovasi, nenjadi pelopor di banyak bidang,” kata Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Edy Budi Susilo, Selasa (29/10/2024).
Edy menyebut penghargaan tersebut hasil kerja keras semua pihak untuk membina dan memfasilitasi anak-anak muda untuk berkontestasi. Pemerintah Kabupaten Jember ke depan akan terus bersinergi dengan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) untuk mendorong anak muda terus berkarya.
Sementara itu, Pejabat Sementara Bupati Jember Imam Hidayat mengatakan, pemuda di Jember harus bisa bersinergi untuk mewujudkan target Indonesia Emas 2045. “Tentunya pemerintah dan seluruh stakeholder mempunyai peran itu semua. Insyaallah Jember yang punya karakter masyarakat yang dinamis bisa mewujudkan itu semua,” katanya.
Menurut Imam, estafet kepemimpinan Indonesia pada 2045 ada di tangan para pemuda. “Oleh sebab itu penyiapan sumber daya manusia menjadi suatu hal yang sangat penting dan strategis. Kita tahu banyak kontribusi dari masyarakat, terutama pemuda, untuk menciptakan sebuah negeri yang boleh dikatakan penuh inovasi dan kreativitas yang kita butuhkan pada masa yang akan datang untuk menjemput 2045,” katanya.
Imam berpesan kepada anak-anak muda di Jember untuk tetap bersemangat dan beraktivitas positif. “Teruslah bersinergi sesama untuk membangun bangsa di masa mendatang,” katanya.
Pemerintah, menurut Imam, tidak bisa mengerjakan seluruh hal. “Pemerintah hanya bisa memfasilitasi dan menginisiasi. Selanjutnya pemuda yang harus ikut bergerak,” katanya. [wir]






