Blitar (beritajatim.com) – Gedung rawat inap 8 lantai RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Kabupaten Blitar,dipastikan tahan gempa. Gedung yang kini tengah dibangun itu pun diklaim bakal bisa memenuhi standar HSI (Hospital Safety Index).
Hal itu diungkapkan oleh PPK Pembangunan Gedung Rawat Inap 8 Lantai RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Zain Sulaini. Menurutnya gedung rawat inap 8 lantai ini dilengkapi dengan sistem anti gempa melalui penerapan paku bumi atau sebuah metode yang memperkuat struktur bangunan untuk menahan guncangan gempa.
“Dengan adanya sistem anti gempa ini dipastikan gedung rawat inap 8 lantai ini memenuhi Hospital Safety Index (HSI) karena rumah sakit memiliki kesiapan untuk keselamatan rumah sakit saat terjadi bencana,” ungkap Zain, Selasa (29/10/2024).
Saat ini pembangunan gedung RSUD Ngudi Waluyo Wlingi telah mencapai 75 persen lebih. Gedung rawat inap ini pun ditargetkan selesai dibangun pada akhir tahun ini.
Gedung rawat inap 8 lantai ini nantinya juga akan dilengkapi dengan lift darurat yang dirancang khusus. Dimana nantinya lift ini bakal tetap beroperasi meski tanpa aliran listrik, sehingga jika terjadi bencana, pasien dapat dievakuasi dengan aman bahkan dalam keadaan darurat.
“ Fokus kami bukan hanya soal peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan, namun juga memperhatikan aspek keselamatan dan kesiapsiagaan bencana,” tegasnya.
Pembangunan gedung rawat inap 8 lantai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Blitar terus berjalan. Proyek yang menelan dana sebesar Rp.75 miliar rupiah itu ditargetkan selesai pada bulan Desember 2024 mendatang.
Saat ini progres pembangunan gedung rawat inap 8 lantai RSUD Ngudi Waluyo Blitar telah mencapai 75 persen lebih. Capaian tersebut sudah sesuai dengan target yang telah ditentukan. [owi/beq]






