Kediri (beritajatim.com) – Salah satu anggota DPR RI Komisi IX Nurhadi, mengungkapkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu program asuransi terbaik dan terjangkau di dunia. Sayangnya, tidak diimbangi dengan pelayanan yang ramah terhadap masyarakat.
“Saya kira-kira masuk ke periode kedua di Senayan dan Alhamdulillah di berikan amanah kembali di Komisi IX yg salah satunya bermitra dengan BPJS Ketenagakerjaan, setiap saya turun ke Dapil selalu saya katakan dan sosialisasikan ke masyarakat yang menjadi konstituen saya bahwa BPJS TK adalah program asuransi terbaik di dunia,” ujar Nurhadi disela rapat Anggota DPR RI dari Komisi IX.
Ada 44 orang peserta dalam rapat tersebut. Mereka membahas terkait pengenalan program kerja BPJS Ketenagakerjaan yang bertempat di ruang Rapat Komisi IX NusantaraI I DPR RI. Dalam rapat, pengenalan berlangsung sistematis dan didengar secara seksama oleh anggota DPR RI Komisi IX yang menjadi audiensi.
Anggota DPR RI dari Partai NasDem itu mendorong masyarakat untuk mendaftar dalam program ini, yang menawarkan manfaat perlindungan dari kecelakaan kerja dan jaminan kematian, serta memberikan santunan dan beasiswa pendidikan untuk anak-anak dari peserta yang mengalami kecelakaan kerja.
Namun, meskipun BPJS Ketenagakerjaan dinilai baik dan murah, terdapat kritik terkait sistem pelayanannya yang dinilai tidak ramah.
“Ya.. programnya bagus, murah tapi tidak ramah dalam pelayanan,” lanjut wakil rakyat dari Dapil VI yang meliputi Blitar, Kediri dan Tulungagung ini.
Pak Nurhadi, panggilan akrab politisi senior asal Kediri ini menemukan fakta tentang persoalan pelayanan dari program BPJS Ketenagakerjaan itu yang perlu untuk diperbaiki.
“Saya mencatat bahwa meskipun program ini memiliki banyak keuntungan, pelaksanaan dan pelayanan kepada peserta sering kali masih menghadapi berbagai masalah, seperti birokrasi yang rumit dan lambat dalam proses klaim,” imbuh dia.
Kritik ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam aspek pelayanan untuk memastikan peserta mendapatkan hak-hak mereka secara efisien dan efektif.
“Maka program yang bagus ini di harapkan terus berlanjut dan melakukan perbaikan-perbaikan baik dari segi layanan maupun dari segi sistem regulasi yang mengatur agar masyarakat yang belum terdaftar merasa terpanggil untuk ikut serta,” tutupnya. [nm/ian]






